17 Juni 2021

LSI Denny JA Prediksi Airlangga Jadi Salah Satu King Maker Penentu Pilpres 2024

Berita Golkar - LSI Denny JA merilis survei terbaru bertajuk '3 King/Queen Maker Pilpres 2024 dan Komplikasinya'. Hasilnya, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dinilai bakal menjadi king maker yang menjadi penentu jalannya Pilpres 2024.

Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, Megawati menjadi salah satu king maker lantaran PDIP dapat mengusung capres sendiri di 2024 tanpa harus berkoalisi. Hal ini karena PDIP memiliki 128 kursi di parlemen sehingga memenuhi syarat presidential threshold. Namun, kata dia, Megawati tak mungkin maju sebagai capres atau cawapres di Pilpres 2024.

Baca Juga: Patriana Sosialinda Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Kota Bengkulu

"Namun queen maker Megawati saat ini kecenderungannya menjadi tokoh bangsa atau ibu bangsa. Artinya kecil kemungkinan intensi ibu Mega maju capres, cawapres lagi. Bukan era atau zamannya lagi Ibu Mega maju capres, cawapres," kata Adjie dalam rilis virtual, Kamis (17/6).

Selain Megawati, kata Adjie, Airlangga juga dinilai dapat memegang kendali di Pilpres 2024 karena Golkar memiliki 85 kursi di parlemen. Artinya, hanya butuh penambahan 30 kursi untuk mencalonkan diri sebagai capres cawapres.

Selain itu, Adjie menjelaskan, posisi Airlangga di Pilpres 2024 juga dinamis. Sebab, Menko Perekonomian itu memiliki peluang menjadi capres atau cawapres.

Baca Juga: Pinto Jayanegara: Perda Disabilitas Akan Tingkatkan Kualitas SLB di Jambi

"Jika salah satu partai yang saat ini punya kursi DPR (kecuali PPP) ikut berkoalisi dengan Golkar maka sudah cukup memenuhi syarat pencalonan. Airlangga berpotensi menjadi capres maupun cawapres," ujarnya.

Berbeda dengan Airlangga, Adjie menuturkan, meski Prabowo menjadi salah satu king maker di 2024, namun Menteri Pertahanan itu hanya dapat menjadi capres. Gerindra pun hanya butuh berkoalisi dengan satu partai untuk mencalonkan Prabowo.

"Peroleh kursi 78 di DPR artinya bahwa Gerindra baru capai 3/4 tiket untuk bisa penuhi syarat capres butuh 37 kursi lagi. Namun, Prabowo sebagai king maker di Gerindra kemungkinan hanya berpotensi sebagai capres karena istilahnya Prabowo sudah naik pangkat," kata dia.

"Dua kali beliau jadi capres. Jadi kalau call-nya cawapres itu adalah Prabowo 12 tahun lalu. Sulit dibayangkan Prabowo bersedia jadi cawapres meski di politik semua bisa terjadi namun kelas Prabowo seorang capres bukan cawapres," tandas dia. {kumparan}

fokus berita : #Adjie Alfaraby #Airlangga Hartarto