16 Oktober 2021

Mukhtarudin Dukung BRIN Ciptakan Lebih Banyak SDM Unggul Di Kalteng

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendukung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk terus berupaya menciptakan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah yang unggul di bidang riset dan inovasi.

Muktarudin menyampaikan hal itu dalam acara Bakti Teknologi dan Inovasi BRIN dan DPR tahun 2021 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Kegiatan dengan tema "Pelatihan Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Menengah dan Tinggi" itu dihadiri para peserta dosen dari berbagai Universitas di Kota Palangka Raya. Di antaranya, Universutas Palangka Raya (UPR), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Palangka Raya.

Baca Juga: Anggota DPRD Andi Suharmika Dikukuhkan Pimpin AMPG Kota Makassar

Hadir juga pihak dari Politeknik Kesehatan (Poltekes) Palangka Raya dan seluruh peserta pelatihan, baik dosen, akademisi maupun mahasiswa pascasarjana doktoral.

Mukhtarudin, dalam sambutannya berkomitmen untuk terus mendukung program DPR dan BRIN sebagai upaya mendesain berbagai skema pembentukan talenta unggul, melalui aktivitas riset bersama para periset memakai infrastruktur riset BRIN, untuk pengembangan invensi dan inovasi di Kalimantan Tengah.

"Saya dorong mitra kerja melakukan beragam kegiatan baik pelatihan, Bimtek, sosialisasi kepada masyarakat di Kalteng, seperti pada kegiatan ini," kata Mukhtarudin.

Baca Juga: Wenny Haryanto: Jangan Khawatir Kerja di Luar Negeri, Ada BP2MI Dampingi Pekerja Migran RI

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini menjelaskan, pelatihan publikasi sangat penting. Hal itu merupakan sarana untuk berkomunikasi antarmasyarakat ilmiah dari seluruh negara di dunia.

"Jadi, hasil riset kita di Indonesia akan memberikan manfaat lebih luas setelah dipublikasikan pada jurnal Internasional," imbuh Mukhtarudin.

Publikasi Internasional terkait hasil-hasil penelitian di Indonesia, menurut Muktarudin akan memberi dampak yang menunjukkan posisi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di tanah air.

Baca Juga: Sugawa Korry: Bali Butuh Strategi Jitu Untuk Sektor Industri Kecil, Pertanian dan Pariwisata

Akan tetapi, lanjutnya, untuk bisa menembus publikasi internasional, diperlukan upaya yang strategis dan cerdas. "Publikasi menjadi bukti utama orisinalitas penelitian yang dilakukan serta dapat menjadi modal rekam jejak, sehingga dapat membangun jejaring internasional melalui publikasinya tersebut," ungkap Mukhtarudin.

Menurutnya, jejaring internasional yang terbangun dapat terjadi apabila jurnal ilmiah banyak dijadikan sumber referensi dan juga dikutip dalam jurnal ilmiah penelitian lain sehingga meningkatkan kuantitas indeks sitasi.

Indeks sitasi ialah salah satu indikator dari kualitas publikasi. Sitasi diukur berdasarkan banyak tidaknya peneliti lain yang mengutip publikasi ilmiah tersebut. Indeks sitasi yang tinggi mencerminkan tingkat kualitas dari sebuah riset yang tinggi pula.

Baca Juga: Airlangga Jadi Capres 2024, Golkar Batang Ingin Cawapres Tokoh Agama Dari Luar Jawa

Pria Kelahiran Pangkalan Bun Kalteng ini lantas bilang semakin banyak jurnal ilmiah tersebut dikutip oleh peneliti lain, akan semakin tinggi pula reputasi peneliti sebagai akademisi.

Oleh karena itu, Mukhtarudin selalu mendorong agar kuantitas dan kualitas riset penelitian dari para peneliti dan akademisi dari Bumi Tambun Bungai ini semakin meningkat. {borneonews}

fokus berita : #Mukhtarudin