23 November 2021

Gantikan Abdul Wahid Jadi Plt Ketua Golkar HSU, Tugas Berat Menanti Sahrujani

Berita Golkar - PENYERAHAN surat tugas sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar HSU kepada Sahrujani dilakukan H Supian HK di Amuntai, Selasa (23/11/2021).

Abdul Wahid yang sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar HSU dinonaktifkan oleh DPD Partai Golkar Kalsel menyusul statusnya sebagai tersangka kasus dugaan suap (korupsi) pengadaan barang dan jasa di Pemkab HSU oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel ini mengatakan kedatangannya dirinya ke ibukota Kabupaten HSU untuk menyerahkan surat pelaksana tugas kepada Sahrujani.

Baca Juga: Efek Domino Tarif Cukai Yang Eksesif, Firman Soebagyo: Bakal Picu Maraknya Rokok Ilegal

“Hari ini resmi Sahrujani sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar HSU menggantikan Abdul Wahid yang dinonaktifkan. Kami masih menunggu proses hukum yang bersangkutan,” ucap Supian HK kepada awak media di Amuntai.

Ketua DPRD Kalsel ini mengingatkan sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar HSU, Sahrujani menjalankan tugas kepartaian laiknya seorang ketua. “Kami berharap kasus (dugaan korupsi) yang dialami saudara Wahid ini menjadi terakhir di Kalimantan Selatan,” kata Supian.

Usai menerima Amanah dari DPD Partai Golkar Kalsel, Sahrujani memastikan akan menjalankan tugas sebaik mungkin sebagai pelaksana tugas ketua. 

Baca Juga: Golkar Bantul Targetkan 12 Kursi DPRD Di Pileg 2024 Mendatang

Menurut Sahrujani, sebagai kader beringin tentu harus siap menjalankan perintah sesuai koridor peraturan perundang-undangan. Mantan Ketua DPRD HSU ini mengatakan penunjukan dirinya sebagai pelaksana tugas ketua telah melalui pertimbangan matang serta merupakan wewenang dari DPD Partai Golkar Kalsel.

“Alhamdulillah, tidak sulit bagi saya untuk menjalankan amanah. Sebab, saya pernah menjabat Ketua Harian DPD Partai Golkar HSU. Sedangkan, di kepengurusan DPD Partai Golkar Kalsel, saya menduduki jabatan sebagai Wakil Sekretaris Pemenangan Golkar Kalsel untuk daerah Banua Anam,” papar Ketua Komisi III DPRD Kalsel ini.

Menurut Sahrujani, dirinya bertugas ke HSU layaknya pulang kampung, karena harus mempersiapkan tugas kepartaian. Khususnya, memberi semangat bagi kader, pengurus kabupaten hingga kecamatan agar tetap solid.

Baca Juga: Blak-Blakan, Muhammad Fauzi Ungkap Kriteria Utama Cawapres Airlangga Hartarto

“Jujur, kami juga prihatin dengan kasus yang dialami Abdul Wahid. Kami juga harus menghargai jasa Abdul Wahid yang sukses menaikkan raihan kursi Golkar dari awalnya lima kursi menjadi 12 kursi di DPRD HSU,” papar Sahrujani.

Dengan beban itu, Sahrujani mengatakan dalam menghadapi Pemilu 2024, tentu raihan kursi terbanyak pada Pemilu 2019 harus bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi.

“Ini menjadi tantangan bagi kami di jajaran pengurus. Walau Pemilu 2024 masih tiga tahun lagi, dalam menghadapinya harus mempersiapkan diri secara matang,” kata Sahrujani.

Targetnya, menurut dia, perolehan suara dan kursi pada Pemilu 2024 nanti harus lebih besar dan banyak lagi dibandingkan era Abdul Wahid memimpin Partai Golkar HSU. “Semoga saja harapan itu bisa terkabul pada Pemilu 2024 nanti,” pungkas Sahrujani. {jejakrekam}

fokus berita : #Sahrujani