02 Januari 2022

Golkar Bali Gelontorkan 10 Ribu Bibit Pohon Alpukat Untuk Kelompok Tani di Buleleng

Berita Golkar - Guna mewujudkan keseimbangan baru struktur ekonomi Bali agar tidak semata-mata bergantung pada sektor pariwisata, Partai Golkar mendorong sektor pertanian dan perkebunan sebagai penggerak perekonomian Pulau Dewata.

Untuk itulah Partai Golkar Bali menyerahkan 10.000 bibit pohon avokad kepada kelompok petani, yang berasal dari Desa Sidatapa, Desa Banyuasri, Desa Banyuatis, Desa Kayu Putih, Desa Gobleg, Desa Gesing, Desa Umajero dan Desa Munduk.

Penyerahan bibit dilakukan oleh Ketua DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry bersama jajaran kader dalam kegiatan Sabtu (1/1/2022), yang juga dihadiri Ketua Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Petani Golkar Bali Jero Tesan.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Jembrana, Bali Jadi Pusat Wisata Rally di Indonesia

"Dalam masa pandemi Covid-19 ini kita tidak boleh berdiam diri dan larut terlalu lama. Golkar Bali mempelopori untuk bergerak mempercepat proses penyeimbangan struktur perekonomian Bali khususnya sektor pertanian," ujar Sugawa Kory.

Saat penyerahan bibit avokad itu, petani juga diberikan penyuluhan. Dalam penyuluhan disampaikan bibit avokad diberikan mata tempel untuk okulasi dari mata tempel impor. Selanjutnya diberikan barcode dan registrasi pohon.

"Sebelum okulasi masing-masing kelompok tani diharapkan menyiapkan tenaga untuk dilatih melakukan okulasi stek/mata tempel dan semuanya diberikan secara gratis," ujar Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Baca Juga: Anggap Wajar Indeks Kebahagiaan DKI Jakarta Merosot, Judistira Hermawan: Sempat Jadi Episentrum COVID-19

Soal masalah pemasaran dan harga, Sugawa Korry mengatakan para petani difasilitasi oleh Badan Pemberdayaan Petani Golkar Bali. "Karena kebutuhan dalam negeri dan ekspor sangat tinggi," ujar mantan Ketua DPD II Golkar Buleleng ini didampingi Ketua AMPG Golkar Bali I Ketut Nesa dan Korwil Buleleng Komang Agus Satuhedi.

Penyuluhan ini disambut antusias oleh petani karena dalam kondisi lahan terbatas pun petani masih bisa menanam pohon avokad. "Kita harus bantu dengan jenis pohon yang produksinya berkualitas dan bernilai tinggi, walaupun lahan terbatas petani tetap bisa berproduksi," ujar politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ini. {nusabali}

fokus berita : #Sugawa Korry