21 Mei 2022

Bayu Airlangga Hijrah ke Partai Golkar, Kerugian Elektoral Bagi Demokrat di Jatim

Berita Golkar - Bayu Airlangga resmi bergabung dengan Partai Golkar setelah mundur dari Partai Demokrat. Pengamat Unair Ucu Martanto menyebutkan, hal ini menjadi sebuah kerugian bagi Demokrat.

"Saya sejak awal menduga, mengestimasi bahwa Bayu akan ke Golkar, karena secara ideologi memang dekat dengan Golkar. Ini jelas kerugian bagi Partai Demokrat, terutama di Jatim. Orang sekelas Bayu harus rela dilepas dan pindah ke partai lain," kata Ucu kepada detikJatim, Sabtu (21/5/2022).

Ucu membeberkan sejumlah faktor yang bisa membuat Demokrat merugi. Di antaranya Bayu yang memiliki dukungan kuat elite Demokrat di daerah. Kemungkinan besar akan membuka jalan bagi pendukung yang pindah ke Golkar.

Baca Juga: Hengkang Dari Demokrat, Hati Bayu Airlangga Berlabuh Ke Partai Golkar

"Saya yakin di daerah terutama banyak pendukung Bayu itu bisa jadi akan keluar dari Demokrat. Mungkin bisa seperti migrasi politik, ya, tinggal komunikasi politik Bayu dengan petinggi Golkar Jatim apakah migrasi politik itu diakomodir oleh Golkar. Karena jelas, pasti ada elite Demokrat di daerah yang mungkin ikut Bayu, tergantung komunikasi dengan Golkar Jatim," katanya.

Meski ada potensi migrasi politik, Ucu menyebutkan, ada juga pendukung Bayu yang masih tetap bertahan di Demokrat. Perlu adanya kerja keras dari Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak untuk menyolidkan kembali jajaran Demokrat di grassroot (akar rumput).

"Kemungkinan kedua, pendukung Bayu bisa tetap di Demokrat, namun semangatnya, orientasinya, tidak seperti dulu. Tugas berat buat Emil harus bisa merangkul mereka. Kalau bisa merangkul harus bisa memastikan loyal. Butuh waktu bagi pendukung Bayu untuk memberikan kepercayaan kepada pemimpin Demokrat saat ini," katanya.

Baca Juga: Innalillaahi! Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fahmi Idris Meninggal Dunia

Secara elektoral, Ucu menilai Golkar akan mendapat keuntungan setelah Bayu bergabung. Sebaliknya, Demokrat disebut akan mengalami kerugian elektoral. Apalagi, Bayu akan membawa suara Pakde Karwo yang masih ada di Jatim untuk beralih ke Golkar.

"Menguntungkan elektoral ke Golkar. Soal kepentingan elektoral, Bayu punya pendukung saat pindah ke Golkar. Tentu (ia) akan membawa pendukungnya ke Golkar dan jaringan partai yang dibangun di Demokrat tentu berpotensi beralih ke Golkar juga. Saya melihat, kan, Bayu tidak semata-mata Bayu. Dia ada plusnya. Tidak bisa dilepaskan dengan Pakde Karwo sebagai mertuanya," ujarnya.

"Bagaimana hubungan Pakde dengan Demokrat, sangat mungkin Bayu akan membawa loyalis pakde memilih Golkar. Apalagi darah Pakde Karwo juga dekat dengan Golkar. Tidak ada kontradiksi yang tinggi antara Demokrat dan Golkar. Ini akan memudahkan Bayu menarik elektoral itu. Tinggal bagaimana Demokrat mengantisipasi itu karena ini kerugian buat Demokrat," imbuhnya.

Baca Juga: PDIP Mulai Khawatir Kehadiran Koalisi Indonesia Bersatu Yang Digagas Golkar Bersama PAN dan PPP

Lebih lanjut Ucu menambahkan, ada peluang baik bagi Emil jika bisa memanfaatkan kepergian Bayu. Salah satunya, Wagub Jatim itu akan leluasa mengatur Demokrat Jatim tanpa adanya lagi faksi Bayu.

"Di sisi lain, Emil punya kesempatan untuk bisa mendisiplinkan anggota partainya atau membangun kembali Demokrat Jatim di bawah kendalinya. Keuntungan, kerugian pasti ada. Tinggal bagaimana Emil meraciknya. Kalau Emil tidak melakukan konsolidasi partai maka akan berbahaya untuk partai Demokrat di Jatim," tandasnya. {detik}

fokus berita : #Bayu Airlangga