14 Juni 2022

Survei Terbaru Charta Politica, Elektabilitas Golkar Alami Lonjakan Kenaikan

Berita Golkar - Lembaga survei Charta Politika Indonesia kembali mengeluarkan hasil survei terbaru elektabilitas partai politik (parpol). Hasilnya, beberapa parpol mengalami kenaikan elektabilitas pada periode 25 Mei hingga 2 Juni 2022, seperti yang dialami Partai Golkar.

Berdasarkan survei Charta Politika, elektabilitas parpol tertinggi masih dipegang PDIP dengan 24,1 persen. Namun PDIP mengalami penurunan dibanding survei Charta di bulan April, saat itu elektabilitasnya 24,7 persen.

Di posisi kedua ada Partai Gerindra yang mendapatkan elektabilitas 13,8 persen dan mengalami kenaikan dari sebelumnya yaitu 11,9 persen. Posisi ketiga diisi Golkar yang mendapatkan elektabilitas sebesar 11,3 persen. Adapun Golkar mengalami kenaikan cukup tinggi hasil survei sebelumnya yakni 9,2 persen.

Baca Juga: Sarmuji Kumpulkan Pimpinan Parpol KIB di Jatim, Bahas Koalisi Pilkada?

"Pada pertanyaan elektabilitas partai politik, PDIP (24.1%), Gerindra (13.8%) dan Golkar (11.3%) menjadi pilihan teratas responden," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, dalam keterangannya, Selasa (14/6/2022).

Posisi keempat ada PKB yang mendapat elektabilitas sebesar 8,3 persen. Disusul kelima Partai Demokrat 7,2 persen, lalu PKS 7,0 persen, Partai NasDem yakni 5,3 persen. Beberapa parpol pun berdasarkan survei Charta Politika diprediksi tak bakal lolos parlemen. Seperti PPP yang hanya mendapat elektabilitas 2,7 persen, PAN 2,0 persen.

Sekadar informasi, survei dilakukan pada 25 Mei hingga 2 Juni 2022 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Baca Juga: Perombakan Kabinet, Airlangga Hartarto Siap Bekerja Sama Dengan Kader PAN Bila Masuk Kabinet

Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. {nasional.sindonews}

fokus berita : #Yunarto Wijaya