20 Juli 2018

Berita Golkar - Nama Jusuf Kalla (JK) kembali mencuat ke permukaan sebagai kandidat cawapres Jokowi di Pilpres 2019. JK digadang-gadang akan ditunjuk Jokowi jika uji materi yang dilayangkan Perindo diterima Mahkamah Konstitusi (MK). Perindo ingin menguji Pasal 169 huruf (n) UU Pemilu, yang menjelaskan calon presiden dan wakil presiden tidak pernah menjabat dua kali dalam jabatan yang sama. Hal ini terkait syarat pencalonan capres-cawapres di 2019.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Politik, Yahya Zaini mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan cawapres kepada Jokowi. Sebagai partai pendukung pemerintah yang loyal, Golkar akan mendukung keputusan Jokowi jika pada akhirnya JK yang ditunjuk mendampinginya di Pilpres 2019.

"Pada dasarnya Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi siapa cawapres yang akan dipilih. Jika pada akhirnya Pak Jokowi memilih Pak JK, Golkar menghormati pilihan tersebut dan akan mendukungnya. Karena sikap dasarnya sepenuhnya di tangan Pak Jokowi," ujar Yahya, Jumat (20/7/2018).

Meski demikian, ia tak menampik persaingan cawapres akan semakin kompetitif mengingat Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga mengincar kursi cawapres Jokowi. Sejauh ini, Yahya yakin, nama Airlangga juga masih ditimang dan dipertimbangkan oleh Jokowi.

"Golkar optimis Ketum Airlangga Hartarto salah satu yang ada di kantong Pak Jokowi. Jika MK putuskan Pak JK boleh jadi calon lagi akan membuat peta persaingan semakin ketat dan kompetitif. Apalagi beliau punya pengalaman 2 kali jadi wapres," ungkapnya. Kini, nasib JK maju cawapres di Pilpres 2019 berada di tangan para hakim-hakim MK. [kumparan]

fokus berita : #Yahya Zaini


Kategori Berita Golkar Lainnya