10 Oktober 2018

Berita Golkar - Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali mengingatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra segera menyepakati kandidat wakil gubernur. Ashraf meminta dua partai itu tidak terus-menerus mementingkan partai masing-masing. "Jangan keras-kerasan terus. Wagub yang dipilih nanti wagub Jakarta, bukan wagubnya PKS atau wagubnya Gerindra," ujar Ashraf, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, Ashraf mengingatkan bahwa fraksi-fraksi partai lain di DPRD DKI Jakarta juga sebaiknya dimintai pendapat. Dia mengatakan, partai lain juga mewakili aspirasi masyarakat Jakarta. Mendengar pendapat fraksi partai lain dinilai penting bagi PKS dan Gerindra. Supaya kandidat wagub yang diajukan PKS dan Gerindra benar-benar sesuai dengan keinginan rakyat Jakarta.

"Dilibatkan itu maksudnya didengar, ada diskusi. Jadi, enggak ini maunya PKS atau Gerindra saja," kata dia. Ashraf menekankan hal yang lebih penting adalah mempercepat kesepakatan antara PKS dan Gerindra. Dia khawatir kekosongan posisi wagub yang terlalu lama akan berdampak buruk bagi roda pemerintahan. "Kasihan gubernur kerja sendirian," kata dia.

Posisi wagub DKI kini kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang memilih maju Pilpres. Dua partai pengusung Sandi saat Pilkada, yaitu PKS dan Partai Gerindra, harus mengajukan dua kandidat wagub pengganti Sandiaga. Nantinya, DPRD DKI akan memilih satu dari dua kandidat itu.

PKS sudah punya dua kandidat yaitu Agung Yulianto dan mantan Wakil Walikota Bekasi Achmad Syaikhu. Sedangkan, nama Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik beredar kuat di partai pimpinan Prabowo Subianto itu. Sampai saat ini, dua partai tersebut belum bersepakat soal dua kandidat wagub yang akan diajukan. [kompas]

fokus berita : #Ashraf Ali


Kategori Berita Golkar Lainnya