03 Mei 2019

Berita Golkar - Dalam menghadapi era industri 4.0. Pemerintah Provinsi Kalbar, juga telah berinovasi membangun Griya Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan mengembangkan Sistem informasi dan Promosi Industri (SIPI) IKM Kalbar.

Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan menuturkan keberadaan Griya IKM dan SIPI IKM ini telah menjadi tempat masuknya komponen networking berbasis komunitas (dari, oleh dan untuk IKM), menjadi tempat display produk IKM serta penggunaan teknologi informasi untuk mengolah data dan mempublikasi informasi berkaitan dengan industri produk olahan, memfasilitasi sertifikasi halal, HAKI, memfasilitasi perizinan serta pemasaran dan display produk terseleksi secara online.

Baca Juga: Ria Norsan Sindir Kalbar Provinsi Luas Dengan Anggaran Pembangunan Minim

"IKM ini diharapkan dapat melakukan transaksi online di marketplace seperti shopee, Iazada, blibli dan bukalapak," ujarnya.

Norsan menjelaskan Pemprov Kalbar sangat menyadari bersama bahwa perkembangan IKM juga sangat bervariasi ada yang sudah menjual produknya dengan memanfaatkan tekologi atau secara online namun sebagian besar masih offline.

Dihadapkan pada realita IKM ini, maka menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk terus membina, mengembangkan serta mencerdaskan para pelaku IKM.

"Upaya yang dapat kita lakukan antara lain melalui pembinaan dan pelatihan secara profesional dalam rangka mendorong penggunaan teknologi informasi kepada para pelaku IKM," ujarnya.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalbar juga terus mendorong penumbuhan dan pengembangan sektor industri Kecil Menengah (IKM) di daerah dengan tujuan agar IKM dapat menjadi penggerak perekonomian daerah dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Terkait e-Smart IKM yang merupakan sistem basis data yang tersaji dalam prof|| industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketp/ace yang teIah ada, telah memberi peluang yang sangat besar bagi kemajuan IKM, karena terdapat 9 (sembilan) komoditas yang masuk ke dalam skema e-Smart IKM ini, yakni makanan dan minuman, logam, perhiasan, herbal, kosmetik, fesyen, kerajinan, furnitur, dan industri kreatif lainnya.

Dengan dimanfaatkannya e-Smart IKM ini, maka pelaku IKM didorong untuk memasuki online marketplace, sehingga Pemerintah dan Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Provinsi Kalbar memiliki gambaran dan peta yang jelas mengenai perkembangan IKM untuk ditindaklanjuti dalam bentuk pembinaan melalui programprogram/kegiatan yang bersifat teknis seperti kegiatan yang kita laksanakan ini.

"Saya minta kepada seluruh pelaku |KM bahwa keberadaan e-Smart IKM ini bukan untuk menghambat kemajuan IKM tapi untuk mendorong IKM ke dalam online marketplace dan memacu IKM agar naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi sehingga mampu bersaing dan tidak ketinggalan dalam kompetisi yang semakin komplek saat ini," pintanya.

Baca Juga: Ria Norsan Bangun Sekolah Unggulan di Sanggau, Konggo Tjintalong Bangga

Dalam rangka mendorong perkembangan industri di Provinsi Kalbar, kami menitipkan pesan untuk Menteri Perindustrian RI agar memberikan dukungan penuh untuk Percepatan Pembangunan SDM industri di Provinsi Kalbar yang berbasis Teknologi Informasi melalui pengembangan dan pembangunan sekolah-sekolah vokasional unggulan baik SMK, Akademi Komunitas, maupun kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Balai Diklat Industri Kementerian Perindustrian serta pengembangan SDM yang berbasis 7 (tujuh) Industri Unggulan Kalbar melalui Diklat Tree in One (3 in 1). [tribunnews]

fokus berita : #Ria Norsan


Kategori Berita Golkar Lainnya