Berita Golkar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menilai generasi Z membutuhkan kesiapan hidup untuk masa depan lebih berkualitas, bukan sekadar bekerja.
Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN menyelenggarakan Program Siap Impact untuk mempersiapkan remaja, khususnya lulusan perguruan tinggi atau sarjana agar lebih optimal dalam menghadapi dunia kerja atau kehidupan pasca-kuliah.
“Mahasiswa tingkat akhir perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan menghadapi berbagai tahapan kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, keluarga hingga kehidupan bermasyarakat,” kata Wihaji di Jakarta, Senin (28/9/2026), dikutip dari Jatim.AntaraNews.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia 15-64 tahun mencapai sekitar 196 juta jiwa atau sekitar 68 persen dari total 284 juta penduduk Indonesia.
“Kalau berpikir tentang masa depan negara, maka siap hidup itu menjadi kebutuhan utama,” ujar dia.
Ia mengatakan, pekerjaan hanya merupakan salah satu bagian dari siklus kehidupan, sehingga pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja.
Wihaji memaparkan terdapat lima tahapan yang perlu dipersiapkan, yakni memastikan kesehatan, keberlanjutan pendidikan, memperoleh pekerjaan, membangun keluarga, serta mampu menjalani kehidupan sosial di masyarakat.
Di sisi lain, Wihaji menyoroti karakter generasi Z yang memiliki cara pandang berbeda seiring pesatnya perkembangan teknologi dan akses informasi.
“Teknologi tidak punya hati, transformasi teknologi tidak menghilangkan nilai kemanusiaan, integritas, dan fungsi sosial. Pelaku industri membutuhkan sumber daya manusia dengan integritas, kejujuran dan etos kerja tinggi,” tuturnya.
Oleh karena itu, menurutnya, harapan generasi muda juga perlu diperhatikan agar hubungan kerja dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Jangan etos kerjanya kita paksa, mentalnya kita penginnya yang terbaik, tetapi mohon maaf, harapannya tidak dipenuhi. Maka, jika dipaksa seperti itu, saya pastikan anak-anak mudanya nanti akan keluar dari pekerjaan,” paparnya.
Melalui Program Siap Impact, Kemendukbangga/BKKBN mempertemukan mahasiswa tingkat akhir, perguruan tinggi, pemerintah dan pelaku industri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi kehidupan.
Wihaji mengatakan kegiatan tersebut sebelumnya diikuti 893 mahasiswa semester akhir.
“Kegiatan ini tidak boleh berhenti pada forum, tetapi perlu memberikan tindak lanjut dan kepastian bagi peserta, termasuk melalui keterlibatan industri,” ucap Wihaji.
Ia berharap, kolaborasi lintas sektor dapat membantu mahasiswa memperoleh bekal yang relevan sekaligus memberi industri akses terhadap sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan. []



