Mendukbangga Wihaji Pertajam Sasaran MBG 3B, Fokus ke Wilayah dengan Kasus Stunting Tertinggi

Berita GolkarKementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus mendukung perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau 3B dan memfokuskan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan, penguatan MBG 3B diarahkan dengan mempertimbangkan data stunting untuk memastikan intervensi diberikan pada wilayah dan kelompok yang paling membutuhkan.

“Kita ambil data stunting yang paling banyak jumlahnya, bukan secara presentasi,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/8/2026), dikutip dari AntaraNews.

Wihaji mengemukakan, perhatian diarahkan pada provinsi dengan jumlah kasus stunting yang tinggi di lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten. Hingga kini, jumlah penerima manfaat MBG 3B telah mencapai 7.001.015 orang.

“Penentuan prioritas dilakukan dengan melihat jumlah kasus stunting di suatu wilayah agar intervensi dapat diarahkan pada daerah yang memiliki kebutuhan paling besar,” katanya.

Menteri Wihaji menegaskan, capaian MBG 3B di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan akses yang menantang juga terus diperluas. Sebanyak 634.712 penerima manfaat telah dijangkau di delapan provinsi, meliputi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Barat.

“Perluasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kelompok 3B di wilayah prioritas tetap memperoleh akses terhadap makanan bergizi,” katanya.

Program MBG 3B saat ini telah menjangkau 10.891.415 penerima manfaat di seluruh Indonesia (Berdasarkan Pusat data dan Informasi Badan Gizi Nasional per 18 Agustus 2026). Pelaksanaannya didukung oleh 24.606 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah dengan tantangan akses dan wilayah dengan jumlah kasus stunting yang tinggi, sehingga manfaat program dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih luas dan tepat sasaran.

Perbaikan tata kelola MBG 3B bukan sekadar memastikan makanan bergizi sampai kepada penerima manfaat, melainkan juga memastikan masa depan Indonesia mendapat fondasi yang lebih kuat sejak awal kehidupan. Melalui penguatan sasaran dan distribusi, Kemendukbangga/BKKBN terus mengawal pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD sebagai langkah nyata mencegah stunting serta menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa keberhasilan pemenuhan gizi bagi kelompok 3B akan menentukan masa depan pembangunan bangsa.

“Kalau mau merubah masa depan Indonesia, ini kuncinya,” ujar Zulkifli Hasan. []