Berita Golkar – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Gedung Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Bali, sebagai upaya memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya nasional.
Kehadiran gedung baru tersebut diharapkan menjadi katalis pengembangan ekosistem industri kreatif berbasis desain, inovasi, dan penguatan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM).
Agus mengatakan, industri fesyen dan kriya memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi kreatif nasional karena memiliki rantai nilai yang panjang dari hulu hingga hilir. Menurutnya, penguatan sektor tersebut perlu terus dilakukan agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.
“Data terbaru menunjukkan bahwa industri fesyen dan kriya tetap menjadi salah satu andalan dalam ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Agus, dikutip dari WartaEkonomi.
Ia menyebut, nilai ekspor industri kerajinan pada 2025 mencapai USD806,63 juta, sedangkan industri fesyen yang berkaitan dengan pakaian jadi mencapai USD8,85 miliar.
“Capaian tersebut menegaskan posisi strategis subsektor fesyen dan kriya sebagai penggerak penting ekonomi kreatif nasional serta menunjukkan peluang pertumbuhan produk kreatif Indonesia di pasar global,” katanya.
Menurut Agus, pembangunan gedung BPIFK menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat infrastruktur industri kreatif nasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas desain, inovasi produk, dan akses pasar bagi pelaku IKM.
“Saya ingin BPIFK dapat memaksimalkan peranannya sebagai showcase yang menarik untuk memasarkan produk-produk unggulan hasil IKM Indonesia, khususnya ke pasar global,” tuturnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, gedung baru BPIFK akan memperkuat fungsi lembaga tersebut sebagai pusat pengembangan kreativitas dan inovasi industri fesyen dan kriya nasional.
“Pembangunan gedung baru BPIFK akan menunjang tugas dan fungsi BPIFK dalam meningkatkan inovasi dan kreativitas produk fesyen dan kriya agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” ujar Reni.
Selain menjadi pusat pengembangan desain dan purwarupa, BPIFK juga akan mendukung program inkubasi bisnis, sertifikasi produk dan sumber daya manusia, hingga pengembangan jejaring industri kreatif nasional.
Pemerintah berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat mempercepat pertumbuhan IKM fesyen dan kriya yang berdaya saing tinggi dan berorientasi ekspor. []



