Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pacu Motor Listrik Berbasis Nikel, Hilirisasi Indonesia Makin Ngebut

Berita GolkarMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mendorong penguatan rantai pasok industri motor listrik nasional melalui pemanfaatan baterai berbasis nikel. Bahlil mengatakan Indonesia telah memiliki kapasitas produksi baterai nikel yang dapat menjadi keunggulan dalam pengembangan kendaraan listrik.

“Ke depan itu motornya itu kan baterainya itu kan ke depan kita akan lebih mendorong, karena kita sudah mempunyai pabrik baterai dari nikel, kita akan lebih mendorong ke nikel,” kata Bahlil dalam agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Kendati demikian, dia menegaskan pemerintah tetap akan mempertimbangkan aspek keekonomian agar penggunaan baterai nikel mampu bersaing di pasar.

“Tapi kita lihat tingkat keekonomiannya, tapi kami yakin bahwa tingkat keekonomian nikel Indonesia itu akan jauh lebih kompetitif. Dan kita akan melakukan beberapa langkah-langkah penyesuaian terhadap komponen-komponen dalam harga supaya lebih ekonomis,” ujar Bahlil, dikutip dari Bisnis.

Bahlil mengungkapkan agenda pembahasan pemerintah dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia salah satunya akan berfokus pada percepatan hilirisasi serta pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Pemerintah juga membuka peluang bagi pengusaha nasional untuk terlibat dalam proyek strategis tersebut.

“Hari ini, kami akan menghadap Bapak Presiden, sekaligus mendampingi Bapak Presiden dalam menerima dunia usaha. Sebentar ada dunia usaha yang bertemu Bapak Presiden, jadi kami mendampingi Bapak Presiden,” ujarnya.

Menurutnya, dari sektor energi terdapat sejumlah agenda strategis yang akan dibahas, terutama terkait hilirisasi industri yang menjadi prioritas pemerintah. “Banyak hal lah. Pasti hilirisasi, itu pasti, karena ke depan kan program ini yang akan kita lakukan terus,” kata Bahlil.

Selain hilirisasi, pemerintah juga akan membahas percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW. Dalam proyek tersebut, pemerintah berencana memberikan kesempatan kepada pelaku usaha nasional yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi.

“Kemudian pengembangan power plant, lebih khusus kepada solar panel yang kita akan bangun 100 gigawatt. Ini kita akan memberikan opsi kepada beberapa teman-teman pengusaha nasional yang memenuhi syarat untuk bisa ikut mengambil bagian dalam proses pengembangan PLTS ini,” ujarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *