Menteri Maman Abdurrahman: UMKM Tak Hanya Butuh Modal, Akses Pasar Harus Diperkuat

Berita Golkar – Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) untuk memperluas pasar produk dalam negeri dan mengurangi bahan baku impor.

Ia mengatakan, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi. Pemerintah juga perlu memastikan produk yang dihasilkan pelaku usaha memiliki akses pasar yang luas.

“Selama ini kita bicara UMKM seolah-olah masalahnya hanya modal. Padahal setelah modal diberikan dan kapasitas produksinya ditingkatkan, pertanyaan berikut, produknya mau dijual kemana? ” kata Menteri Maman saat menghadiri Deklarasi Nasional APPI di Cikarang, Jawa Barat, ditulis Minggu (9/8/2026).

Ia menyatakan, keberlanjutan usaha sangat ditentukan kemampuan pelaku usaha menjangkau pasar. Karena itu, peningkatan produksi harus diikuti dengan penguatan ekosistem pasar yang memberi ruang bagi produk dalam negeri.

“Pemerintah memang membutuhkan impor untuk memenuhi kebutuhan yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, ketergantungan terhadap produk impor harus dikurangi ketika kebutuhan tersebut sudah mampu dipenuhi industri nasional,” ungkapnya, dikutip dari KedaiPena.

Menteri Maman menilai peningkatan penggunaan produk dalam negeri akan memberikan efek berganda bagi perekonomian. Bertambahnya permintaan terhadap produk lokal dapat mendorong peningkatan produksi, perluasan usaha, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Keberadaan asosiasi seperti APPI penting untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kebijakan pemerintah. Asosiasi juga dapat berperan dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pengusaha, standardisasi produk, serta membuka akses pasar yang lebih luas,” ungkapnya lagi.

Ia berharap APPI dapat terus memberikan masukan kepada pemerintah terkait berbagai persoalan yang dihadapi pengusaha di lapangan.

“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha adalah hal penting, untuk menciptakan suatu kebijakan yang bisa mendukung kebutuhan industri,” pungkas Menteri Maman. []