Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Perawat Bali Tembus Pasar Kerja Global, Bukan Hanya Jadi Caregiver

Berita Golkar – Tenaga kesehatan asal Bali didorong untuk mengisi posisi profesional perawat berstandar global di luar negeri, bukan sekadar tertahan pada pekerjaan pendamping lansia atau caregiver.

Pesan tersebut ditegaskan saat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meninjau fasilitas Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, oada Jumat 2 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menegaskan peran strategis Pulau Dewata dalam mencetak tenaga kesehatan yang siap menembus pasar kerja internasional melalui jalur resmi dan terproteksi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, dr. Yuli Farianti, menyoroti tren lulusan vokasi yang selama ini banyak terserap di Jepang sebagai tenaga kaigo (caregiver).

Menurutnya, kompetensi lulusan D3 dan D4 Poltekkes Denpasar semestinya menempati posisi perawat profesional (nurse).

“Kami berharap anak-anak kami jangan terlalu banyak yang ke kaigo. Kalau kaigo, sebenarnya cukup lulusan SMA atau SMK. Tetapi kalau D3, D4, kami berharap masuknya adalah ke nurse,” ujar Yuli, dikutip dari TribunNews.

Kemenkes saat ini telah mengantongi kerja sama antarpemerintah (G-to-G) dengan sejumlah negara tujuan strategis, mulai dari Jerman, Jepang, Arab Saudi, Singapura, Qatar, Australia, hingga Inggris.

Untuk memperkuat kesiapan lulusan di Bali, wadah Bali Overseas Nursing Center (BONC) di Denpasar kini terus dikembangkan menjadi Global Career Center agar lulusan lokal mampu bersaing langsung di panggung dunia.

Di sisi lain, aspek keselamatan kerja tetap menjadi perhatian utama. Menteri P2MI Mukhtarudin mengingatkan para calon nakes asal Bali agar tidak mudah tergiur tawaran instan tanpa prosedur hukum yang sah.

“Pelindungan tidak hanya berbicara ketika terjadi persoalan, tetapi dimulai sejak mempersiapkan diri, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air,” kata Mukhtarudin.

Ia menegaskan, keberadaan Migrant Center di kampus Poltekkes Denpasar adalah benteng awal pencegahan keberangkatan nonprosedural bagi anak-anak muda Bali yang membidik karier global.

“Pastikan seluruh dokumen dan proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi. Pahami isi perjanjian kerja, ketahui hak dan kewajiban, serta jangan mudah percaya pada tawaran kerja yang tidak jelas,” tegas Mukhtarudin.

Pemerintah memandang kompetensi teknis saja tidak cukup, selain kemahiran bahasa asing, lulusan kesehatan Bali yang hendak merantau juga dibekali pemahaman adaptasi budaya serta literasi keuangan agar tidak terjebak masalah finansial di negeri orang.

Ke depan, seluruh basis data penempatan tenaga kesehatan internasional akan diintegrasikan secara terpusat antara Kemenkes dan KP2MI.

Hal tersebut untuk memastikan setiap lulusan asal Bali yang terbang ke luar negeri berangkat dengan legalitas aman, kompetensi diakui, serta martabat profesi yang terlindungi. []