Misbakhun Ubah Cara Pandang soal MBG, Dari Beban Anggaran Menjadi Investasi Bangsa

Berita Golkar – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun membantah anggapan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk pemborosan anggaran negara.

Menurutnya, program yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.

“Media sosial luar biasa memberikan pandangan bahwa apa yang terjadi pada program MBG seakan-akan itu adalah pemborosan,” ujar Misbakhun dalam forum diskusi bertajuk Mid-Year Economic Outlook 2026 yang digelar Infobank Media Group, di Jakarta, Jumat (26/6/2026), dikutip dari InfoBankNews.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG. Termasuk, memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran.

Namun, dirinya menegaskan bahwa substansi program MBG tak boleh dipandang hanya dari besarnya biaya yang dikeluarkan negara.

“Apa yang dilakukan Presiden Prabowo sekarang adalah perbaikan tata kelola. Tetapi ide besar soal MBG adalah investasi jangka panjang negara untuk mengatasi kegagalan gizi pada generasi yang akan datang,” jelasnya.

MBG Dinilai Jawaban atas Masalah Gizi Masyarakat

Ia mengungkapkan, hingga kini masih banyak keluarga miskin di Indonesia yang mengalami kesulitan memperoleh makanan bergizi. Kondisi tersebut, membutuhkan intervensi langsung dari negara agar tak berdampak pada kualitas generasi mendatang.

Ia mengaku memahami persoalan tersebut lantaran pernah berada pada situasi sulit mendapatkan makanan bergizi sejak kecil.

Mengacu pada data Bank Dunia, dirinya menyebut hampir 30 persen masyarakat miskin masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Oleh karena itu, program MBG dinilai menjadi salah satu instrumen untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Dan ini diintervensi oleh negara. Nah, inilah yang harus dijelaskan kepada masyarakat,” jelasnya.

Program Anyar Butuh Pengawasan Ketat

Menurut Misbhakun, sebagai program yang belum genap berjalan dua tahun, MBG masih memerlukan penyempurnaan dalam pelaksanaannya.

Ia menilai, besarnya anggaran yang dialokasikan harus diikuti dengan sistem pengawasan yang kuat. Pengawasan yang dilakukan masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan.

“Namanya juga sebuah program baru, anggarannya besar, pengawasan juga harus diperketat, dan apa yang dilakukan oleh masyarakat itu benar bahwa melakukan pengawasan secara langsung,” bebernya.

Ia menambahkan respons pemerintah terhadap berbagai kritik juga menunjukkan komitmen untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan program. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *