TBC Ancam Makassar! Walikota Munafri Arifuddin Gerakkan Tracing di 339 Titik

Berita GolkarPemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan menggencarkan pelacakan (tracking) untuk memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC) di Kota Makassar dan mengintegrasikannya dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar 339 titik di seluruh wilayah kota.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Selasa, mengatakan, upaya pelacakan tidak sekadar untuk mengejar temuan kasus, tetapi bagaimana menjadi strategi untuk mendeteksi TBC.

“Kita ingin memastikan warga yang terindikasi segera mendapat penanganan, sekaligus mencegah penyakit di lingkungan,” ujarnya, dikutip dari AntaraNews.

Munafri menegaskan bahwa penanganan TBC membutuhkan kerja bersama hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Munafri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan tracing TBC yang dirangkaikan dengan CKG akan dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Kota Makassar.

“Semua ini akan kita lakukan serentak di 339 titik yang ada di Kota Makassar. Di setiap titik itu ada 100 yang akan di-tracing,” kata Munafri.

Dia menyampaikan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tracing harus menjadi langkah awal untuk menemukan kasus secara lebih cepat, memastikan warga mendapatkan pengobatan, sekaligus mencegah penularan lebih luas.

Munafri mengakui, angka kasus TBC di Kota Makassar masih relatif tinggi dibandingkan sejumlah daerah lainnya. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan penanganan yang serius dan dilakukan secara terintegrasi hingga tingkat kelurahan.

“TBC di Kota Makassar ini relatif tinggi dibanding di daerah-daerah lainnya. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan ekstra, penanganan yang sangat serius karena penyakit ini bisa menular dengan sangat cepat,” tegasnya.

Karena itu, Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas mulai melakukan penelusuran terhadap warga yang terindikasi memiliki risiko atau gejala TBC.

Munafri meminta masyarakat tidak takut maupun malu menjalani pemeriksaan. Bahkan, ia menekankan bahwa TBC bukan aib dan dapat disembuhkan apabila ditangani secara tepat.

“Jangan takut dan jangan malu, TBC ini bukan aib, ini penyakit yang bisa disembuhkan. Tapi kalau bapak-ibu menyembunyikan penyakitnya, tidak akan pernah terselesaikan,” ucapnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *