Berita Golkar – Walikota Tangerang, Banten, Sachrudin mengatakan Muhammadiyah sebagai salah satu pilar penting yang selama ini konsisten berkontribusi dalam pembangunan manusia di Kota Tangerang.
“Peran Muhammadiyah sangat nyata. Tidak hanya di pendidikan, dakwah, dan sosial, tetapi juga sebagai penyejuk dan penuntun masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan,” kata Wali Kota Sachrudin saat menghadiri Silaturahmi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cipondoh, Minggu (5/4/2026).
Ia menekankan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi dinamika dan tantangan kota yang terus berkembang. Apalagi saat ini masyarakat membutuhkan layanan yang cepat dan tepat.
Maka itu kolaborasi dan kekuatan silaturahim, lanjutnya, menjadi kunci dalam menjaga kerukunan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kota ini milik kita bersama. Membangunnya tidak bisa sendiri-sendiri. Dengan sinergi dan komunikasi yang terus terjaga, saya yakin setiap persoalan bisa kita hadapi dan selesaikan bersama,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.
Wali Kota Sachrudin juga mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk terus memperluas peran dan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Jadikan silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, tetapi energi untuk bergerak dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” kata dia.
Sementara itu Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang terus meningkat setiap tahunnya. Terbaru, angka IPM Kota Tangerang pada tahun 2025 mencapai 82,41 dengan status sangat tinggi.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang Mulyani menuturkan capaian angka IPM yang terus meningkat setiap tahunnya membuktikan keberhasilan layanan kesejahteraan masyarakat yang selama ini diterapkan di Kota Tangerang.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menunjukkan, capaian IPM Kota Tangerang mengalami pertumbuhan secara konsisten, mulai dari 80,08 di 2021 lalu jadi 80,44 di 2022, meningkat lagi jadi 80,98 di 2023, lalu 81,53 di 2024 dan 82,41 pada tahun 2025.
“Kami berhasil melanjutkan pertumbuhan angka IPM yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Tahun 2025 ini, kami mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,88 persen hingga mencapai 82,41. Indeks ini sangat penting sebagai alat ukur merumuskan kebijakan ke depan khususnya yang bersangkutan dengan kualitas hidup penduduk seperti pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” ujar Mulyani. []



