Berita Golkar – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) memperkuat kolaborasi bersama Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P). Sinergi ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat sekaligus mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera di Indonesia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa upaya membangun Indonesia yang maju, adil, dan makmur harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
“Saya banyak berharap kepada APKLI-P untuk terus berada di garda terdepan dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar Wihaji saat menerima audiensi jajaran pengurus Munas Ke-6 APKLI-P di Jakarta, dikutip dari VOI.
Ketahanan Ekonomi dan Peran Sentral Keluarga
Dalam keterangannya, Wihaji menyoroti pergeseran peradaban (the new civilization) yang menempatkan ketahanan keluarga sebagai benteng utama ketahanan bangsa. Menurutnya, kekuatan ekonomi keluarga menjadi fondasi penting yang tidak bisa ditawar.
Ia juga menekankan peran strategis kaum ibu atau “emak-emak” dalam menjaga stabilitas dan ketangguhan ekonomi rumah tangga. Melalui kerja sama dengan APKLI-P, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat bawah.
APKLI-P Apresiasi Keberpihakan Pemerintah pada UMKM
Ketua Umum APKLI-P, Ali Mahsun ATMO, menyampaikan apresiasi atas keberpihakan Kemendukbangga/BKKBN terhadap para pelaku Pedagang Kaki Lima (PKL) dan UMKM di seluruh Indonesia. Menurutnya, sektor usaha mikro merupakan tulang punggung utama pembangunan ketahanan keluarga.
Dalam pertemuan tersebut, pihak APKLI-P menyampaikan beberapa permohonan dan rencana strategis, antara lain:
- Pengarahan dan Penutupan Munas: Mengundang Menteri Wihaji untuk memberikan arahan sekaligus menutup secara resmi Munas VI APKLI-P di Asrama Haji Jakarta.
- Peluncuran Program MUPP: Meluncurkan Agenda Besar Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP) bagi para pelaku PKL dan UMKM.
- Sinergi Puncak Bonus Demografi: Memperkuat kolaborasi jangka panjang guna mendukung Indonesia memanfaatkan puncak bonus demografi 2030 menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Ali Mahsun menambahkan bahwa jaringan dan program pendampingan ekonomi mikro yang berbasis komunitas keluarga memiliki sejarah panjang dalam menggerakkan ekonomi akar rumput.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat APKLI-P serta didampingi oleh Staf Khusus Mendukbangga/Kepala BKKBN, M. Shoim Haris. Kolaborasi ini diharapkan dapat segera terealisasi melalui berbagai aksi nyata di lapangan. []



