Menteri UMKM Maman Abdurrahman Dorong Mahasiswa Berani Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Berita GolkarMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja dengan menjadikan kewirausahaan sebagai salah satu pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

“Perubahan pola pikir generasi muda menjadi semakin penting di tengah tantangan ketenagakerjaan yang telah berlangsung lintas generasi,” kata Maman saat orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU) dalam keterangannya diterima, di Medan, Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja. Keberhasilan mahasiswa setelah lulus tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dari keberanian menciptakan usaha dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.

“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” katanya, dikutip dari AntaraNews.

Untuk itu ia menilai pendidikan dan lingkungan sosial perlu semakin membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat kewirausahaan sebagai pilihan karier yang menjanjikan. Semakin banyak pengusaha baru yang lahir, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja, bertambahnya aktivitas ekonomi, serta menguatnya fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di tanah air,” katanya.

Ia mencontohkan perjalanan pengusaha Chairul Tanjung yang mulai merintis usaha sejak menjadi mahasiswa dengan berjualan buku dan membuka jasa fotokopi bahan kuliah.

Menurut dia, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan dapat dimulai sejak berada di lingkungan kampus, bahkan melalui usaha sederhana yang berangkat dari kemampuan membaca kebutuhan di sekitar.

Potensi kewirausahaan di kalangan generasi muda juga dinilai cukup besar. Berdasarkan data UNDP yang disampaikan Menteri Maman, sekitar 81 persen anak muda di Indonesia menyatakan memiliki keinginan untuk menjadi wirausaha.

Tantangannya adalah memastikan tingginya minat tersebut dapat diterjemahkan menjadi semakin banyak usaha baru yang tumbuh, berkelanjutan, dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Untuk itu, Maman mendorong perguruan tinggi memperkuat fungsi inkubator bisnis sebagai ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pelatihan, pendampingan, pengembangan model bisnis, hingga akses terhadap ekosistem usaha.

Kementerian UMKM, kata dia siap memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan wirausaha muda secara lebih terstruktur dan sistematis.

Kolaborasi antara pemerintah dan kampus diharapkan mampu menjembatani gagasan mahasiswa dengan ekosistem usaha sehingga dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.

Selain memperkuat inkubasi, pemerintah terus mengupayakan kemudahan legalitas dan sertifikasi bagi pengusaha UMKM.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar proses perizinan dan sertifikasi semakin cepat dan mudah diakses oleh calon pengusaha maupun pengusaha UMKM yang telah menjalankan usahanya. []