DPP, Slipi  

Projo Siapkan Skenario Politik Sebelum 2029, Sarmuji: Pemerintah Masih Mampu Kelola Keadaan

Berita GolkarPartai Golkar menanggapi santai semangat Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang meminta seluruh kadernya bersiap bertarung memperebutkan kekuasaan sebelum Pemilu 2029.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengatakan Presiden Prabowo Subianto masih mampu mengelola berbagai kondisi yang berkembang. Menurutnya, stabilitas politik dan kondisi ekonomi saat ini masih berada dalam kategori baik.

“Kami meyakini Pemerintah masih bisa mengelola keadaan,” kata Sarmuji Jakarta, Selasa (25/8/2026), dikutip dari Inilah.com.

Ia menilai kondisi politik nasional masih terkendali. Begitu pula dengan perekonomian yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan.

“Stabilitas politik masih terjaga dan ekonomi juga masih dalam kategori baik,” ujarnya.

Sarmuji menuturkan kondisi ekonomi memiliki peran krusial terhadap stabilitas pemerintahan. Karena itu, selama pemerintah mampu menjaga perekonomian tetap baik, stabilitas pemerintahan diyakini dapat terus dipertahankan.

“Kondisi ekonomi adalah alasan paling menentukan bagi stabilitas yang lain. Selama pemerintah bisa menjaga kondisi perekonomian, Insya Allah Pemerintahan akan baik-baik saja,” tuturnya.

Projo Buka Kemungkinan Percepatan Politik

Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyatakan organisasinya tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mengingatkan perlunya menyiapkan berbagai kemungkinan apabila terjadi perubahan situasi politik dan ekonomi sebelum Pemilu 2029.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial. Dalam video itu, Budi Arie menyebut kondisi nasional perlu dicermati dan mengaku memiliki “insting” bahwa situasi politik tidak akan berjalan hingga 2029.

Pemilu 2029 merupakan jadwal pelaksanaan pemilu berikutnya. Namun, Budi Arie tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan kemungkinan perubahan atau “percepatan politik” tersebut.

Budi Arie juga mengingatkan agar skenario politik tidak hanya disiapkan untuk menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, perubahan kondisi politik dan ekonomi dapat terjadi lebih cepat. Pernyataan provokatif Ketum Projo itu disampaikan bersemangat di samping Mantan Presiden Jokowi. Bapak kandung Wapres Gibran itu tampak serius mendengarkan.

Ia bahkan menyinggung pengalaman Indonesia pada periode 1998-1999 sebagai contoh perubahan politik yang berlangsung di luar perkiraan.

Dalam pernyataannya, Budi Arie yang pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika juga mengaku pernah menyampaikan pandangan tersebut kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Pak, insting saya ini kayaknya nggak sampai 2029,” ujar Budi Arie dalam video tersebut.

Projo Tegaskan Video Budi Arie tak Utuh

Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik kemudian memberikan penjelasan terkait video yang beredar. Menurutnya, video tersebut tidak menggambarkan pernyataan Budi Arie secara utuh.

“Yang pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan,” kata Freddy dalam keterangannya.

Freddy menjelaskan pernyataan tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi antara Jokowi dan para relawan dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Yang kedua, forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Jokowi dengan para relawannya,” ucapnya.

Menurut Freddy, dalam pertemuan tersebut juga berlangsung diskusi internal singkat mengenai situasi kebangsaan yang tengah berkembang.

“Yang ketiga, dalam kesempatan tersebut ada diskusi internal singkat yang memotret situasi kebangsaan saat ini,” ujarnya.

Freddy menegaskan Projo tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Prabowo sekaligus mengajak seluruh pihak bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. []