Berita Golkar – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan perbaikan 2.100 ruang kelas rusak di Kabupaten Subang dapat dituntaskan hingga akhir masa kepemimpinannya. Penanganan dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk mendorong pemerataan infrastruktur pendidikan.
Target tersebut disampaikan Reynaldy saat meninjau rehabilitasi dua ruang kelas SDN Binakarya di Desa Wanajaya, Kecamatan Tambakdahan, Jumat (9/10/2026), dalam rangkaian kegiatan Saba Desa ke-29.
Reynaldy menegaskan, perbaikan ruang kelas menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah untuk memastikan fasilitas pendidikan berada dalam kondisi yang layak dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Insya Allah, saya optimistis di kepemimpinan saya, karena memang di kepemimpinan saya 2.100 ruang kelas rusak harus selesai,” ujar Reynaldy, dikutip dari tintahijau.
Menurutnya, penanganan ruang kelas rusak akan dilaksanakan secara berkala sesuai rencana dan kemampuan anggaran daerah. Dengan pola tersebut, pemerintah daerah menargetkan seluruh ruang kelas yang menjadi sasaran perbaikan dapat dituntaskan hingga akhir masa jabatan.
Dalam kunjungan tersebut, Reynaldy juga meninjau rehabilitasi dua ruang kelas SDN Binakarya yang menelan anggaran Rp199,8 juta dari APBD Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan tersebut dilaksanakan selama 130 hari.
Kepala SDN Binakarya, Eri Lestari, menyampaikan apresiasi atas bantuan rehabilitasi yang diterima sekolahnya. Ia berharap perbaikan ruang kelas dapat meningkatkan kenyamanan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
“Banyak terima kasih, karena kami mendapatkan bantuan rehabilitasi dua ruang kelas,” kata Eri.
Selain menargetkan percepatan perbaikan, Reynaldy menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan rehabilitasi sekolah. Ia menyebut pengawasan dilakukan oleh lembaga resmi, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Daerah.
“Fungsi pengawasan itu sudah ada yang pegang, ada BPK, Inspektorat Daerah,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Subang berharap penanganan ruang kelas rusak secara bertahap dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa di berbagai wilayah. []



