Gubernur Babel Hidayat Arsani Usul Lahan Bekas Kebakaran di Bangka Selatan Dialihkan Jadi Sawah dan Tambak

Berita Golkar – Kebakaran yang berulang hingga tiga kali di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, mendorong perlunya evaluasi terhadap pemanfaatan lahan dan langkah pencegahan ke depan.

Selain mengantisipasi kejadian serupa, kawasan terdampak diusulkan untuk dikembangkan menjadi lahan produktif yang dapat menopang perekonomian masyarakat. Pilihan yang disampaikan meliputi persawahan, industri, perikanan, dan tambak agar warga memiliki sumber penghasilan.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani mengatakan, kejadian kebakaran yang berulang perlu menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Menurutnya, kepala desa perlu berperan menyosialisasikan langkah pencegahan kepada masyarakat agar risiko kebakaran dapat ditekan.

Ia meminta upaya antisipasi dibahas secara serius supaya warga tidak kembali menghadapi kerugian akibat kejadian serupa. “Antisipasi kebakaran kembali, inilah yang harus dibicarakan Pak Bupati. Ini sudah tiga kali ini, Pak Kades nanti mensosialisasi bagaimana,” ujar Hidayat Arsani, Sabtu (17/10/2026), dikutip dari Tribunnews.

Selain pencegahan, Hidayat Arsani mendorong agar pemanfaatan lahan di kawasan terdampak dipikirkan kembali untuk mendukung perekonomian warga. Ia mengusulkan pengembangan sektor pertanian dan perikanan sehingga masyarakat memiliki sumber penghasilan yang lebih produktif. Usulan tersebut juga mencakup pengembangan industri dan tambak sebagai pilihan kegiatan ekonomi.

Menurutnya, pembangunan kembali kawasan terdampak perlu disertai langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi. Ia meminta pemerintah desa dan kabupaten mempertimbangkan upaya jangka panjang, bukan hanya memulihkan kondisi setelah bencana.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kejadian berulang dan membantu warga membangun kembali kehidupan mereka.

“Kami berharap lahan itu hentikan saja menjadi kawasan permukiman. Kita bikin sawah, bikin industri, perikanan, tambak supaya mereka punya penghasilan,” jelas Hidayat Arsani.

Ia mengajak, pemerintah desa dan kabupaten mencari petunjuk serta solusi untuk menentukan langkah penanganan ke depan. Menurutnya, pemulihan perlu disertai perencanaan yang matang agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari musibah yang telah terjadi. “Nanti kalau kita bangun lagi, kejadian lagi, capek lagi. Ini sudah tiga kali peringatan dari Allah. Allah punya petunjuk ke depannya,” tuturnya.

Hidayat Arsani mengajak warga tetap menjaga semangat untuk bangkit. Ia mengakui musibah tersebut membawa kesulitan dan penderitaan bagi masyarakat terdampak. Namun, ia berharap warga tetap memiliki semangat positif dalam menjalani proses pemulihan.

“Walaupun kami lagi susah, lagi menderita, lagi musibah dari Allah, tapi kebangkitan kami, aura kami, etika kami, jangan lupa bahagia,” pungkas Hidayat Arsani. []