Ahmad Labib Minta Menkeu Baru Pastikan Penyelesaian Utang Whoosh Transparan, Terukur dan Tak Bebani Fiskal

Berita Golkar – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Labib meminta Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Suahasil Nazara, segera memastikan penyelesaian kewajiban pembiayaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh berjalan transparan, terukur, dan tidak menimbulkan beban fiskal jangka panjang. Menurut Labib, pergantian Menteri Keuangan tidak boleh menghambat proses penyelesaian kewajiban proyek strategis tersebut.

“Menkeu baru perlu segera memberikan kepastian mengenai skema penyelesaian kewajiban KCIC, termasuk perhitungan beban keuangan negara dan mekanisme pembayarannya. Yang penting, penyelesaiannya harus memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak mengorbankan ruang fiskal untuk kebutuhan pembangunan lainnya,” kata Labib dalam keterangannya kepada Golkarpedia di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Labib menilai penyelesaian persoalan Whoosh tidak boleh hanya berorientasi pada pengalihan atau penataan kewajiban, tetapi juga harus disertai strategi memperkuat kinerja dan keberlanjutan proyek.
Pemerintah perlu mendorong peningkatan utilisasi penumpang, efisiensi operasional, integrasi dengan kawasan ekonomi, serta pengembangan sumber pendapatan agar proyek tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

“Ini bukan hanya persoalan utang, melainkan bagaimana investasi infrastruktur strategis dapat memberikan manfaat ekonomi yang sepadan. Jangan sampai negara terus dibebani kewajiban pembiayaan, sementara potensi ekonomi dari konektivitas dan pengembangan kawasan di sekitar jalur kereta cepat belum dimaksimalkan,” ujar legislator Partai Golkar asal dapil Jatim X (Gresik dan Lamongan).

Labib berharap Menkeu baru segera berkoordinasi dengan Danantara, Kementerian BUMN/Badan Pengaturan BUMN, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait untuk menyusun peta jalan penyelesaian KCIC yang jelas.

Komisi VI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar penyelesaian kewajiban Whoosh tetap menjaga kesehatan keuangan negara sekaligus memastikan proyek tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan konektivitas, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. []