Airlangga Hartarto: Tren Positif Pariwisata Jadi Modal Indonesia Kuasai Pasar MICE

Berita GolkarMenteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pusat penyelenggaraan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) di kawasan Asia Tenggara bahkan dunia. Potensi tersebut didukung oleh tren positif sektor pariwisata, penguatan investasi, serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga melalui akun instagramnya @airlanggahartarto_official, saat menghadiri sekaligus memberikan keynote speech pada Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) on Tourism 2026 di Jakarta. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem industri MICE nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Airlangga mengapresiasi penyelenggaraan SEABEF 2026 yang dinilai menjadi langkah konkret Kementerian Pariwisata dalam mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan guna mendorong penyederhanaan regulasi, penyusunan standar yang lebih kompetitif, serta percepatan investasi di sektor pariwisata bisnis.

“SEABEF 2026 menunjukkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem MICE yang semakin kompetitif. Kolaborasi seperti ini penting agar Indonesia mampu menjadi pilihan utama penyelenggaraan agenda bisnis internasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Airlangga.

Menurutnya, prospek sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman mencapai 13,14 persen, mencerminkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi yang ditopang industri pariwisata.

Di sisi lain, pada Mei 2026 Indonesia juga berhasil menyambut 1,38 juta wisatawan mancanegara dan mencatat sekitar 106 juta perjalanan wisata nusantara, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk berkembang sebagai pusat MICE global. Apalagi saat ini berkembang tren bleisure, yaitu perpaduan antara perjalanan bisnis dan rekreasi, yang membuka peluang lebih besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2017-2024 ini.

Untuk memperkuat daya saing tersebut, pemerintah terus mendorong pengembangan destinasi unggulan seperti Borobudur, Prambanan, Garuda Wisnu Kencana, Taman Nasional Komodo, Danau Toba, serta berbagai destinasi potensial lainnya sebagai bagian dari strategi pengembangan industri MICE nasional.

Airlangga menekankan bahwa penguatan sektor ini harus diiringi dengan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), pengembangan wisata olahraga dan wisata religi, peningkatan konektivitas antardaerah, pembangunan infrastruktur yang memadai, serta sinergi yang semakin erat antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

“Keunggulan Indonesia tidak hanya terletak pada keindahan destinasi wisata, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem yang terintegrasi. Dengan dukungan teknologi, konektivitas, dan kolaborasi lintas sektor, industri MICE dapat menjadi penggerak investasi, membuka lebih banyak lapangan kerja, memperkuat daya saing nasional, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Airlangga.

Ia optimistis, dengan kerja sama yang semakin solid antara pemerintah dan pelaku industri, Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi utama penyelenggaraan berbagai agenda bisnis internasional yang memberikan dampak nyata terhadap investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *