Berita Golkar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menggunakan masker saat kabut asap sebagai langkah mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap dan penurunan kualitas udara.
Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Jumat, mengatakan edukasi dilakukan di setiap puskesmas di wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Edukasi tersebut dilakukan secara langsung bersamaan dengan pembagian masker kepada masyarakat hingga siswa. Hingga kini, tercatat 10 ribu masker telah dibagikan kepada warga. Kegiatan terbaru di Kecamatan Bunguran Selatan pada Jumat siang, saat kegiatan Cek Kesehatan Gratis. Pembagian dilakukan langsung oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan.
“Gunakan masker saat berkendara dan saat berkegiatan di luar ruangan,” ucapnya saat membagikan masker kepada warga, dikutip dari Kepri.AntaraNews.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan penggunaan masker penting untuk mengurangi paparan partikel dan zat berbahaya yang terkandung dalam asap karhutla.
Paparan asap, terutama dalam waktu lama, kata dia, dapat mengganggu saluran pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ispa).
Dinkes Natuna mencatat sedikitnya 30 warga di Pulau Serasan mengalami ispa yang diduga akibat kabut asap dari karhutla di Kalimantan yang terbawa angin hingga daerah itu.
“Ada sekitar 34 warga tercatat terserang ispa di Serasan,” katanya.
Hikmat mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap cukup tebal.
Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan, seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada mata dan tenggorokan.
“Saat ini sejumlah wilayah Natuna yang berada jauh dari lokasi karhutla dilaporkan tidak terdampak kabut asap, di antaranya Pulau Laut dan Midai,” katanya. []



