Berita Golkar – Walikota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Munafri Arifuddin meminta Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi fenomena El Nino yang berdampak pada kekeringan panjang dan mengakibatkan adanya gangguan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa).
“Semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat dan lurah harus mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino ini, musim kemarau akan sangat panjang,” ujarnya di Makassar, Jumat.
Munafri Arifuddin meminta Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Ispa seiring dampak kekeringan yang dipicu fenomena El Nino.
Kondisi cuaca panas dan minim curah hujan berisiko memperburuk kualitas udara, terutama akibat meningkatnya debu dan polusi.
Dampak lainnya, selain Ispa bisa juga penyakit kulit, dehidrasi hingga potensi peningkatan penyakit menular seperti tuberkulosis (TB).
“Ini semua harus diantisipasi dan bagaimana penanganannya, puskesmas dan rumah sakit daerah tetap siaga jika ada warga yang terdampak,” katanya, dikutip dari Antaranews.
Selain itu, krisis air juga bukan sekadar persoalan ketersediaan, tetapi memiliki efek berantai yang luas. Mulai dari meningkatnya risiko penyakit menular, gangguan aktivitas pendidikan, hingga potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
“Harus dipikirkan dampaknya, penyakit bisa meningkat, aktivitas di sekolah dan fasilitas kesehatan terganggu, maka semua jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Camat antisipasi,” tutur dia.
Munafri mengingatkan bahwa distribusi informasi yang tidak optimal dapat memperparah situasi, termasuk memicu tekanan terhadap layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Oleh sebab itu, seluruh OPD diminta memastikan sistem komunikasi dan koordinasi berjalan efektif. Ia mencontohkan perlunya simulasi konkret di wilayah kecamatan dengan menghitung secara pasti dari mana sumber air diambil.
Selain itu, berapa armada yang disiapkan, dimana titik distribusi, hingga bagaimana penyimpanan dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas masyarakat.
“Simulasi tidak boleh lagi bersifat biasa, harus detail. Kalau ada wilayah kekurangan air, kita sudah tahu berapa menit air sampai, siapa yang antar, dan bagaimana dibagikan,” ucap dia. []



