Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong kawasan perbatasan RI-RDTL dikembangkan menjadi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Penegasan itu disampaikan dalam Sosialisasi FTZ di Kefamenanu, TTU, Selasa 20 Oktober 2026.
Menurut Melki, perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai wilayah pengamanan, tapi harus menjadi beranda depan NKRI yang memberi manfaat ekonomi nyata.
“Jangan sampai aktivitas ekonomi tumbuh, tetapi masyarakat setempat hanya menjadi penonton. Kita ingin kawasan ini menjadi pintu masuk investasi dan pembuka lapangan kerja,” ujarnya, dikutip dari RRI.
Melki menyebut, kajian FTZ akan melibatkan 4 kabupaten: Kupang, TTU, Belu, dan Malaka. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat perdagangan, penggerak UMKM, dan penguat daya saing produk lokal.
Pemprov NTT kini menyiapkan pemetaan lokasi, pasar, dan studi prakelayakan secara komprehensif sebelum diusulkan ke pemerintah pusat. []



