03 September 2017

Kami warga Indonesia geram, kesal, sedih, marah, murka melihat dan mendengar kebengisan Presiden melalui tentaranya dan warga Myanmar yang membantai ratusan ribu warga muslim Rohingya.

Atas nama kemanusiaan dan pembukaan UUD 45 “Bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan” Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mengutuk aksi pembantaian tersebut. Bukan hanya itu kami akan layangkan surat kepada Presiden RI untuk mengambil tindakan tegas dan jelas dengan cara pengusiran Dubes Myanmar atau pemutusan hubungan diplomatik dengan Myanmar.

Jangan sampai pembantaian dan pembunuhan besar-besaran meluas sampai keluar wilayah Myanmar, pembantaian ini diprakarsai oleh agama Budha yang ingin menghabisi umat Islam Rohingya. Sementara umat Islam dunia tidak akan tinggal diam menyaksikan saudara seimannya dibantai dan dibunuh. Oleh karena itu sebelum ada aksi balasan dari umat Islam dunia, Presiden RI harus cepat mengambil keputusan tegas terkait hal ini.

Pemuda LIRA akan bersuara di masing-masing wilayah dari ujung Sumatera sampai tanah Papua untuk menyuarakan Hak Asasi Manusia (HAM) atas warga Rohingya Myanmar, karena bagi kami pembantaian manusia adalah kejahatan sadis yang harus diperangi bersama-sama.

Harapan kami Presiden RI bersedia meneriakkan suara lantangnya, demi kelangsungan hidup umat manusia dan keharmonisan berbangsa dan bernegara, mengingat Myanmar adalah negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN community

Adam Irham (Ketua Umum DPP Pemuda LIRA)

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya