19 September 2019

Berita Golkar - Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyayangkan adanya aksi ricuh pada pemberian dukungan pada dirinya dari Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Kerusuhan itu, kata Bamsoet, terjadi di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

Baca Juga: Siap Bersaing Sehat Dengan Airlangga di Munas, Bamsoet Pastikan Golkar Takkan Pecah

"Walaupun acara hari ini diwarnai kerusuhan, tetapi saya mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan MKGR. Derasnya dukungan yang datang menandakan derasnya gemuruh kader menjemput kembali kejayaan Partai Golkar," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/9).

Dia menjelaskan seharusnya acara semacam ini bisa berlangsung di kantor DPP Partai Golkar. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena panitia dilarang masuk.

"Saya dengar dari panitia, seyogyanya acara hari ini akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar Slipi. Namun apa daya panitia dilarang masuk. Akhirnya panitia membuat acara di hotel Sultan ini. Di sinipun akhirnya mereka serbu juga," ujarnya.

Bamsoet juga mengingatkan pada pendukungnya untuk tidak membalas hal tersebut dengan aksi apapun. Serta harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

"Kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kita harus membalasnya dengan kasih sayang dan memaafkan," ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPR ini kembali mengingatkan penurunan suara partai Golkar harus dievaluasi bersama. Sekarang ini persentase suara Golkar di Pemilu 2019 hanya mendapatkan 12 persen.

"Pemilu 2019 adalah masa keprihatinan lantaran perolehan suara hanya 17,229 juta (12,31 persen) dengan perolehan kursi 85 dari 575 (14,8 persen)," ucapnya.

Diketahui, sejumlah pengurus Ormas sayap Golkar, MKGR mendeklarasikan perkumpulan baru bernama MKGR. Hal ini dilakukan karena para pengurus melihat kepemimpinan Roem Kono di Ormas MKGR tidak sesuai harapan.

Arman Amin, Bendum MKGR, mengatakan, dalam Mubes yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/9), terpilih Fahd El Fouz Arafiq sebagai ketua umum. Namun Arman menegaskan, MKGR ini berbeda dengan Ormas MKGR yang dipimpin Roem Kono.

"Jadi ini MKGR berbeda dengan ormas MKGR, tetapi pengurusnya sama saja," jelas Arman seperti dikutip dari merdeka.com. 

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya