07 Desember 2019

Berita Golkar - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng kembali tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (6/12/2019). Panggilan tersebut dilayangkan kelima kalinya oleh KPK terkait kasus korupsi pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian ESDM.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengingatkan, Mekeng sebagai anggota DPR seharusnya bersikap negarawan. Anggota DPR, kata dia seharusnya menghormati proses hukum, apagi terkait pemberantasan korupsi. "Sebagai negarawan yang sadar hukum, ya sebaiknya memang harus datang," ujar Saut di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/12/2019).

Baca Juga: KPK Kembali Panggil Melchias Mekeng Terkait Kasus Samin Tan

Sampai saat ini KPK belum berencana untuk mejemput paksa. Dia juga tidak mengungkapkan kapan akan memanggil ulang Mekeng. "Tidak ya, kami belum sampai ke sana karena proses itu belum penyidikan ya. Dia (Mekeng) masih sebagai saksi," ucap dia.

Dalam kasus ini Mekeng harusnya diperiksa sebagai saksi untuk untuk tersangka Samin Tan, pemilik perusahaan pertambangan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM). Sebelumnya, Mekeng sudah empat kali tidak memenuhi panggilan KPK, masing-masing pada Rabu (11/9/2019), Senin (16/9/2019), Kamis (19/9/2019) dan Selasa (8/10/2019).

Diketahui, tersangka Samin Tan memberi suap kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, sebesar Rp5 miliar terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut. {www.inews.id}

fokus berita : #Melchias Markus Mekeng


Kategori Berita Golkar Lainnya