27 Februari 2020

Berita Golkar - Politisi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian menilai komunikasi yang dibangun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di masa awal kepemimpinan masih tergolong efektif dan baik.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR ini, sebelumnya pernah muncul anggapan bila Nadiem Makarim tidak melakukan proses komunikasi yang baik dengan DPR, namun penilaian tersebut nyatanya tak tepat.

"Nadiem Makarim adalah sosok yang cepat belajar. Misalnya dulu di DPR pernah juga katanya (komunikasinya) mandeg, tapi  akhir-akhir ini kan beda, malah cool " ucap Hetifah, Kamis (27/2/2020).

Baca Juga: Kumpulkan Kaum Milenial, Hetifah Minta Anak Muda Kaltim Miliki Daya Saing

Hetifah menilai, mengenai munculnya tudingan pola komunikasi Nadiem Makarim yang tak lancar mungkin terjadi akibat terkejut dengan inovasi dan reformasi sistematis sedang diciptakan di Kemendikbud.

"Jadi, ada bagusnya juga sih banyak dibuat pelaksana tugas (Plt) pejabat di Kemendikbud, asal jangan lama-lama. Supaya ketika proses bidding nanti semua Plt bisa ikut. Hasilnya juga berbasis kompetensi," ujar Hetifah.

Hetifah menuturkan, Nadiem Makarim punya cara yang baik dalam berkomunikasi dengan bawahannya. Hetifah menilai, selama ini Nadiem Makarim masih memberi banyak kesempatan pada bawahannya agar terbuka dengan apapun.

Baca Juga: Meutya Hafid Dukung Armenia Selesaikan Konflik Nagorno Karabakh Dengan Azerbaijan

Sementara dari kalangan pelaku pendidikan, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Depok, Jawa Barat, Supyana, mengakui hingga kini tidak merasa bingung dengan kebijakan kinerja Nadiem Makarim.

"Jadi bukan menjadi bingung. Lembaga pendidikan memang harus berpikir. Mencari solusinya. Bagaimana tantangan stimulus yang diberikan pak Mendikbud dalam kebijakannya ini," kata Supyana.

Sejauh ini, Supyana mengungkapkan, masih mampu memahami serta menafisirkan dalam bentuk program pendidikan untuk sekolah terkait kebijakan yang ditetapkan Nadiem Makarim.

Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan 75 Persen Anggota DPR Dukung Pengesahan RUU Omnibus Law

"Pak Mendikbud menyampaikan dalam bentuk umum, sedangkan sekolah adalah praktisi, jadi bagaimana kita menterjemahkannya," ujar Supyana.

Sebaliknya justru, Supyana menyampaikan, kebijakan kerja yang dijelaskan Nadiem Makarim jadi motivasi sekolah guna menterjemahkannya secara baik. {www.beritasatu.com}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Nadiem Makarim


Kategori Berita Golkar Lainnya