05 September 2021

Indah Putri Indriani Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Luwu Utara

Berita Golkar - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Luwu Utara menetapkan Indah Putri Indriani (IDP), Bupati Luwu Utara sebagai Ketua DPD Partai Golkar Luwu Utara. Indah terpilih secara aklamasi pada Musda yang digelar, Ahad, 5 September 2021 di Hotel Bukit Indah.

Usai terpilih, IDP—begitu Indah kerap disapa—menegaskan, keputusannya untuk memimpin Golkar Luwu Utara tidak lepas dari kepentingan masyarakat Luwu Utara. Bukan untuk kepentingan pribadinya.

“Kalau untuk diri saya pribadi, buat apa lagi. Saya sudah periode kedua. Tidak mungkin saya mencalonkan diri lagi untuk periode ketiga,” ungkapnya.

Baca Juga: Gandeng BPPT, Ridwan Hisjam Serahkan 500 Bibit Lada dan 10 Alat Hidroponik Untuk Petani Kota Malang

Akan tetapi, kata dia, ada kepentingan lebih besar yang harus diselamatkan. Apa itu? Kepentingan masyarakat Luwu Utara melalui stabilitas pemerintahan yang harus dijaga. “Partai Golkar ini fraksi utuh di DPRD. Kadernya Ketua DPRD. Kalau macam-macam bisa dikerjai kita,” ungkapnya.

Menurut Indah, memimpin Golkar di Luwu Utara tidak lain untuk menjaga kemitraan strategis antara eksekutif dan legislative. Sebab, banyak program yang sudah ditetapkan sebagai penjabaran visi misi BISA (Bersama Indah-Suaib) dalam RPJMD yang butuh dukungan legislative.

“Untuk diketahui, banyak kepala daerah kesulitan menjalankan program-programnya karena lemahnya dukungan di legislative. Ini yang saya tidak mau kalau terjadi di Luwu Utara,” tegasnya.

Baca Juga: Andi Sinulingga: Mulut Presiden Jokowi Tak Lagi Bisa Dipercaya

Sebab, jika sampai program-program tidak bisa dijalankan dengan baik, maka yang jadi korban adalah masyarakat. Sebab, mereka tidak bisa menikmati hasil-hasil dari program yang sudah dibuat kepala daerah pilihan mereka.

“Maka dari itu, keutuhan parpol pengusul BISA di DPRD harus bisa dipertahankan. Saling menguatkan untuk membangun Luwu Utara Bangkit untuk Maju. Apalagi pada situasi pandemic seperti sekarang ini. Kekompakan dan soliditas harus senantiasa terjaga,” kuncinya.

Diketahui, persaingan antara Indah Putri Indriani dengan Arifin Junaedi bukanlah kali pertama. Pada pilkada Luwu Utara 2015 yang lalu, Indah dan Arjuna sama sama ikut bertarung sebagai calon bupati, kala itu Arjuna adalah kandidat petahana yang maju berpasangan Andi Rahim sebagai wakilnya, sementara Indah menggandeng Tahar Rum.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tegaskan Cawagub Papua Hak Golkar Dan Untuk Paulus Waterpauw

Pertarungan itu dimenangkan Indah Putri Indriani. Persaingan mereka berlanjut di musda DPD II Golkar Luwu Utara, baik Indah dan Arjuna sama sama mendaftar sebagai calon ketua, hanya saja keduanya tidak memenuhi syarat sesuai aturan dalam AD/ART partai Golkar.

Sehingga keduanya harus mengantongi diskresi dari Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto. Saat diskresi dikeluarkan, hanya nama Indah Putri Indriani saja yang mendapat restu DPP Golkar.

Otomatis, hal itu mematahkan langkah Arjuna untuk masuk kedalam arena musda, dan menjadikan Indah sebagai calon tunggal, sehingga bupati Luwu Utara itu ditetapkan sebagai Ketua DPD II Golkar Luwu Utara secara aklamasi. {politik.djournalist}

fokus berita : #Indah Putri Indriani