08 September 2021

Sesalkan Santri Dianiaya Hingga Meninggal, Ketua DPRD Prabumulih: Kekerasan Pada Adik Tingkat Tak Pantas

Berita Golkar - Dugaan Penganiayaan yang berujung tewasnya seorang santri pondok pesantren di Kota Prabumulih, mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat termasuk Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE.

Sutarno sangat menyesalkan peristiwa penganiayaan santri tersebut jika memang benar adanya. Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menegaskan kasus penganiayaan tidak boleh terjadi baik di lingkungan sekolah, pesantren maupun dilingkungan masyarakat.

"Kita sangat sesalkan sekali, karena sekarang bukan zamannya lagi, tidak boleh lagi kakak tingkat melakukan kekerasan terhadap adik tingkat," kata Sutarno ketika diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, pada Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Ingatkan Kudeta Guinea, Idris Laena Nilai Tak Ada Jaminan Amandemen UUD 1945 Bakal Mulus

Sutarno menjelaskan apabila ada persoalan atau kesalahan sebaiknya dilakukan teguran maupun peringatan bukan dilakukan penganiayaan atau aksi kekerasan. "Mestinya cukup ditegor secara humanis, dilakukan pemanggilan secara internal," tuturnya.

Sutarno mengaku semestinya pengawasan dari pengelola pondok pesantren harus lebih ketat lagi baik dari ustad dan guru-guru pengajar harus intensif atau harus ketat melakukan pengawasan.

"Ini harus jadi pelajaran pondok pesantren lain, jangan sampai terulang lagi kedepannya. Dinas terkait juga harus pro aktif dalam hal pembinaan dan kontrol dilapangan ke pesantren dan sekolah," tambahnya. {sumsel.tribunnews}

fokus berita : #Sutarno