15 September 2021

Kejutan! Survei Elektabilitas Capres ETOS Indonesia: Bamsoet Tertinggi, Disusul AHY Dan Anies

Berita Golkar - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, dianggap layak menjadi presiden Indonesia. Bahkan Bamsoet dianggap mampu mengalahkan para kandidat lainnya dalam Pilpres 2024 mendatang.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah melalui keterangan persnya, Selasa 914/9/2021) di Jakarta. Hal itu kata iskandarsyah, berdasarkan hasil survey internal terkait nama-nama yang layak dan diharapkan menjadi pemimpin kelak di 2024 pada perhelatan Pilpres nanti.

"Nama Bambang Soesatyo menjadi peringkat pertama, disusul mas Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan serta tokoh lainnya yang sudah populer," ujarnya.

Baca Juga: Menko Airlangga: 19 KEK Di Indonesia Beri Kemudahan Fasilitas Fiskal Bagi Badan dan Pelaku Usaha

"Ini survey internal terbaru kami, memang belum kami publish, karena saya pernah janji dengan kawan-kawan media jadi saya sampaikan dulu point pentingnya sekarang," kata Iskandarsyah.

Dalam survei tersebut kata Dia, Bamsoet merupakan nama yang paling dominan dipilih responden "Tokoh kedua mas AHY dan mas Anies ketiga, kenapa saya tak sebut urutan lainnya?, buat saya tidak terlalu penting, 3 besar adalah angka yang paling pas untuk menilai elektabilitas para calon," tandasnya.

Adapun alasan responden memilih nama Bamsoet sebagai calon terkuat versi survey ETOS Indonesia Institute kata Iskandaryah, salah satunya adalah masyarakat melihat figur Bamsoet adalah tipe pekerja keras yang tidak telalu banyak bicara.

Baca Juga: Jerry Sambuaga: Kasus COVID-19 Melandai, Bukti Kebijakan Pemerintah Sudah Tepat

"Kesimpulanya adalah, masyarakat sudah capek dengan statment-statmen pejabat publik, Mas bamsoet ini dinilai tidak banyak bicara bahkan di media sekalipun," tukasnya.

Ketika ditanya apakah mungkin Bamsoet bisa menjadi Presiden, mengingat Ketum Golkar yakni Airlangga juga kelihatannya ngotot untuk maju?, Iskandar menjawab,

"kalau mas Airlangga mau melakukan konvensi partai nya, seperti yang pernah dilakukan ketum-ketum sebelumnya dan dilakukan dengan benar tanpa rekayasa, maka saya pastikan mas Bamsoet yang paling layak disodorkan partai nya untuk menjadi RI 1, tapi kalau sebaliknya saya yakin ini tindakan bunuh diri Mas Airlangga,".

Baca Juga: Meutya Hafid Ungkap Tingkat Digitalisasi dan Inovasi Indonesia Paling Rendah di Negara-Negara ASEAN

Ketum Partai Golkar kata Dia, harus berpikir objektif, bukan sebaliknya. "Artinya elektabilitas mas Bamsoet jauh diatas eletabilitas Mas Airlangga," tukasnya.

Dan dalam survei yang Ia lakukan, ETOS Indonesia Institute mengambil sample terhadap 1.000 orang responden dengan margin eror 1,83% dan dengan tingkat kepercayaan 97%. "Dari hasil survei ini saya berharap bisa menjadi refrensi kawan-kawan media untuk melihat secara objektif terhadap para kandidat calon presiden ke depan," pungkasnya. {harianterbit}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet #Iskandarsyah