30 November 2017

Penduduk Banten Meledak, Yayat Biaro Kuatirkan Kurangnya Lapangan Kerja

Berita Golkar - Anggota Komisi IX DPR RI, Yayat Biaro meninta agar Pemprov Banten mewaspadai kasus ledakan penduduk. “Idealnya laju pertumbuhan di Indonesia 0,5 persen, sementara Banten tahun 2016 masih 2,07 persen,” ujarnya usai menjadi narasumber Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif yang dihelat Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kampung Gempol, Desa Plamunan, Keramat Watu, Serang.

Menurut Yayat, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi jika tidak diimbangi berbagai kesiapan layanan sosial, infrastruktur dan ekonomi akan berdampak pada munculnya persoalan sosial. “Salah satunya kebutuhan lapangan pekerjaan, sementara tingkat pengangguran saat ini saja masih tinggi,” tambahnya.

Yayat juga mengatakan, tahun 2030-2035, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana jumlah penduduk produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif. Sehingga, kebutuhan lapangan pekerjaan akan semakin meningkat. “Jika peluang bonus demografi tidak berhasil, maka tingkat kemiskinan di Banten akan meningkat,” tambahnya.

Ditegaskannya, Pemprov Banten harus semakin serius mensukseskan program keluarga berencana, karena melalui KB, kualitas sumber daya manusia di Banten diyakininya bisa meningkat. “KB itu tidak sebatas membatasi jumlah anak, tapi juga fokus pada meningkatnya ketahanan keluarga dan kualitas sumber daya manusia,” terangnya.

Dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang baik, tambah Yayat, angkatan kerja usia produktif di Banten juga akan meningkat. “Sehingga, meski akan terjadi bonus demografi, angkatan kerja kita mereka yang memiliki kualitas sesuai yang dibutuhkan dunia industri,” tukasnya.

fokus berita : #Yayat Biaro