01 Juli 2022

Gubri Syamsuar Murka Admin Bank Riau Kepri Bisa Bobol Dana Nasabah Rp.5 Miliar

Berita Golkar - Gubernur Riau Syamsuar menyoroti kasus admin Bank Riau Kepri (BRK) yang menilap dana nasabah hingga Rp 5 miliar. Dia meminta pihak manajemen memantau pegawai mereka. "Saya kemarin langsung memanggil direksi dan komisaris BRK (Bank Riau Kepri). Saya minta kumpulkan seluruh kepala cabang di daerah sampai kecamatan," kata Syamsuar, Jumat (1/7/2022).

Dalam kesempatan itu, Syamsuar akan meminta seluruh kepala cabang dan anak buahnya bekerja dengan baik. Tidak terkecuali di jajaran direksi hingga pejabat di BRK. "Saya minta ini prioritas. Kalau ada yang tidak betul ini pecat saja. Saya tidak mau oknum ini merusak BRK, ini oknum nakal merusak nama baik BRK," kata Syamsuar.

Gubernur menilai manajemen bank BUMD segera melakukan evaluasi. Terutama jika melihat kondisi rekening nasabah dibobol berulang kali.

Baca Juga: Dave Laksono: Misi Damai Jokowi ke Ukraina-Rusia Untuk Cegah Kelangkaan Pangan-Energi Dunia

"Dia tahu dan dia mencuri (pelaku). Tentu manajemen juga harus evaluasi, dengan kondisi terbuka-terbuka (bisa dibobol) dia harus proaktif mengecek anggotanya," kata Syamsuar.

Sebelumnya polisi menetapkan seorang admin Bank Riau Kepri, Rezky Purwanto sebagai tersangka. Resky jadi tersangka setelah menilap dana puluhan nasabah senilai Rp 5 miliar.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ferry Irawan mengatakan uang Rp 5 miliar itu diduga digunakan pelaku untuk judi. Namun keterangan pelaku kini masih didalami.

Baca Juga: Terpilih Pimpin Golkar Bengkulu Tengah, Hendrik Al Zen Bakal Fokus Perkuat Jaringan Partai

"Sementara pelaku bilang habis untuk judi, tetapi masih terus kami dalami apakah ini ada keterlibatan pihak lain. Namun sejauh ini main tunggal dia untuk mendapat uang tersebut," kata Ferry.

Kepala OJK Riau, M Lutfi meminta segera ada evaluasi di internal bank pelat merah tersebut. "Saya itu dapat laporan langsung lemes. Ini kita lagi berbenah memperbaiki kesehatan bank menuju Syariah biar kokoh dan solid. Eh ada lagi musibah datang," terang Kepala OJK Riau, M Lutfi setelah kejadian.

Lutfi menilai insiden pembobolan dana Rp 5 miliar milik nasabah itu harus menjadi bahan evaluasi manejemen. Terutama jelang konversi dari bank konvensional ke syariah.

"Saya coba memetik hikmah dan ini adalah momentum bagi manajemen memperbaiki menuju syariah. Semua kita berduka dan direksi juga berduka. Ini bank kita, harus kita lindungi sama-sama. Artinya BRK tak akan tinggal diam," katanya.

Baca Juga: Andika Hazrumy Tegaskan Dirinya Siap Maju di Pilgub Banten 2024

Lutfi memastikan seluruh dana nasabah yang ditilap pegawainya akan diganti penuh. Bahkan proses penggantian telah dilakukan hingga malam tadi.

"Nasabah tak akan dirugikan. Apa langkah BRK, pertama dia akan mengganti sebagai langkah cepat. Tapi jika ada nasabah yang masih belum tahu segera sampaikan ke bank atau OJK," katanya.

Selain itu, BRK harus menjamin nasabah lain tak terpengaruh. Sehingga diperlukan penyampaian jaminan untuk ketenangan nasabah. "Ketiga melakukan evaluasi. Bank kecil, menengah dan besar bisa saja terjadi. Fraud (tindakan kecurangan yang dapat merugikan bank) itu bisa saja terjadi," kata Lutfi. {sumber}

fokus berita : #Syamsuar