01 Agustus 2022

Meutya Hafid: Profesi Konten Kreator Peluang Baru di Dunia Industri Kreatif

Berita Golkar - Profesi konten kreator dianggap sebagai peluang baru bagi dunia industri kreatif. Pasalnya, pertumbuhan industri konten kreatif sejalan dengan berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Tanah Air saat ini.

“Nilai pasar industri konten kreator di Indinesia bisa mencapai Rp 4-7 triliun. Nilai ini akan terus meningkat dan mampu mencapai lima kali lipat pada tahun 2027,” kata Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Konten Kreator dan Peluang Baru Kemajuan Industri Kreatif di Indonesia.

Baca Juga: Tak Disangka! Ternyata Airlangga Hartarto Suka Gudeg dan Kue Pancong

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan konten kreator, Ghandy November sebagai narasumber.

Menurut Meutya Hafid, profesi konten kreator di Indonesia saat ini sangat masif, apalagi Indonesia merupakan negara dengan salah satu pengguna internet terbesar di dunia.

“Konten kreator seperti selebgram, youtuber, beauty vlogger di Indonesia saat ini sangat masif, para pembuat konten ini bisa memberikan hasil pemikirannya yang kreatif dan inovatif untuk mengeksplorasi berbagai produk dan jasa yang beragam,” ujarnya.

Baca Juga: Bamsoet Ingatkan Indonesia Butuh PPHN Sebagai Haluan Hadapi Ancaman Krisis Global

Di tempat yang sama, konten kreator, Ghandy November menyatakan bahwa konten kreator harus pandai membaca peluang dan terus mengembangkan diri agar tidak tertinggal di era digital ini.

“Saya sudah memulai jadi kreator konten video di Youtube sejak 2016. Dan bukanlah hal yang mudah untuk bertahan sampai di titik seperti saat ini. Kreator konten memang harus terbiasa berpikir kreatif dan selalu mengembangkan diri mengikuti perkembangan digital yang juga begitu cepat,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan pesatnya peran teknologi semakin terpacu dengan adanya pandemi Covid-19 mendorong semua pihak untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas di ruang digital. “Kondisi ini menunjukkan kita berada di era percepatan transformasi digital,” kata Semuel.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Untuk Kurangi Kemiskinan

Ia menilai pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyiapkan SDM Indonesia dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini.

“Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik, kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat Indonesia. Bersama kita bisa melalui pandemi, tetap semangat dan salam literasi digital,” ujarnya. {sumber}

fokus berita : #Meutya Hafid