05 Agustus 2022

Golkar Panen Dukungan Pesantren, Ulama Sukabumi Doakan Airlangga Terpilih Presiden 2024

Berita Golkar - Partai Golkar panen dukungan dari kalangan santri dan pesantren. Di Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah Nagrog, Kabupaten Sukabumi, Partai Golkar dan Airlangga Hartarto meraih dukungan dan doa dari para kiai dan santri.

“Partai Golkar ini bagi kami seperti sahabat yang tidak mungkin bisa dipisahkan. Sejarah Partai Golkar khususnya di Sukabumi tidak terlepas dari Pondok Pesantren Azzainiyyah,” kata Pimpinan Ponpes Azzainiyyah Nagrog Kabupaten Sukabumi KH Aang Abdullah Zaim Asshiddiq Zain, Jumat (5/8/2022).

Di sela-sela acara silaturahmi DPD Partai Golkar Jabar di Ponpes Azzainiyyah, KH Aang Abdullah yang merupakan putra pendiri Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab, memberikan dukungan penuh kepada Golkar untuk kembali bisa menang pada Pemilu 2024. KH Aang Abdullah juga mendoakan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi Presiden 2024.

Baca Juga: Meutya Hafid Minta Kemenlu RI dan KDEI Waspadai Situasi Taiwan

Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Tubagus Ace Hasan Syadzily yang biasa disapa Kang Ace sempat mengunjungi Pondok Pesantren Tanwiriyyah Sindanglaka Karangtengah Cianjur.

Kang Ace mengatakan, santri dan pondok pesantren harus percaya diri untuk terlibat dalam mengelola bangsa. “Saya mengajak santri termasuk pondok pesantren terus bergerak dan berinovasi demi masa depan bangsa,” kata Kang Ace didampingi istri Rita Fitria Hasan Syadzily dan Wakil Ketua Bidang Penggalangan Khusus DPD Partai Golkar Jawa Barat Deden Nasihin.

Cara santri dan pondok pesantren untuk bisa terlibat dalam mengelola bangsa, ujar Kang Ace, harus memiliki ilmu pengetahuan, berwawasan global, dan jangan menjauh dari politik. “Karena dengan politik kita bisa mengelola kehidupan bernegara. Kita bisa menciptakan kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa,” ujar Kang Ace.

Baca Juga: Inilah 10 Politisi Perempuan Partai Golkar Paling Populer, Dari Bupati Serang Hingga Ketua DPRD Sulsel

Tujuan berpolitik bagi santri, tutur Kang Ace, adalah mendapatkan maslahat sesuai kaidah ‘tashorruf al-Imam ala ar-ra’iyah manuthun bi al-maslahah, artinya kebijakan pemerintah atas rakyat harus didasarkan pada prinsip kemaslahatan.

Saat berkunjung ke Pesantren Azzainiyyah Kang Ace juga didampingi anggota Fraksi Golkar DPRRI dapil Sukabumi Dewi Asmara, Wakil Ketua Harian DPD Partai Golkar Daniel Muttaqien serta pengurus lain, sempat meninjau lingkungan pesantren yang dikenal dengan pengajian tariqat dan alhikam itu.

Ponpes ini didirikan oleh KH Zezen Zainal Abidin Zayadi Bazul Asyhab (Alm) pada 4 Febuari 1978 di Kampung Nagrog, Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Kemudian, Ponpes Azzainiyyah dilanjutkan oleh putranya, KH Aang Abdullah Zein. Kini, Ponpes Azzainiyyah memiliki ratusan santri dan santriwati salafi, selain siswa sekolah formal.

Baca Juga: Misbakhun Ajak Warga Pasuruan-Probolinggo Terus Membumikan Semangat Gotong-Royong

Pesantren Azzainiyyah berdiri di atas lahan seluar 7 hektare. Azzainiyyah rutin mengadakan pengajian bulanan yang biasanya diikuti oleh lebih dari 5.000 mustami yang merupakan Jemaah Toriqoh tetap dari berbagai daerah. {sumber}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Ace Hasan Syadzily