07 November 2018

Berita Golkar - Semakin hari elektabilitas Partai Golkar semakin menurun. Di Pemilu 2019 yang akan datang, kita ada di dua sisi. Satu sisi kita harus memenangkan Pileg 2019, di sisi lain kita harus memenangkan capres-cawapres yang diusung Partai Golkar; Jokowi-Ma'ruf amin untuk menjadi presiden yang kedua kalinya. Selaku kader perjuangan ini pasti berat. Yang pasti kita harus rebut keduanya.

Tapi di lapangan, pergerakan untuk keduanya belum terlihat. Selaku kader saya takut justru kita akan kalah dan kehilangan keduanya. Karena belum ada pergerakan militan dari kader-kader Golkar. Kalaupun ada, baru sebatas sosialisasi melalui baliho. Apakah kita yakin waktu yang kurang lebih 5 bulan bisa untuk merebut kemenangan di 2 pertarungan tersebut?

Diperlukan sebuah sikap yang jelas dari DPP Partai Golkar. Kalau cuma membonceng pada capres saya yakin kekalahan yang akan kita raih. Untuk itu harus ada sikap yang jelas mulai dari pusat  hingga ke desa-desa. Kalau kader-kader yang menjadi caleg Golkar dilepas begitu saja, hasilnya Wallahu A'lam.

Untuk itu mulai hari ini strategi pemenangan partai harus kita mainkan.dan harus ada yang mengawasi di tiap tingkatan. Dan itu harus dilaporkan ke DPP Partai Golkar. Banyak di desa-desa, pengurus Partai Golkar yang sudah kosong dan kalaupun masih ada, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Banyak caleg-caleg Golkar tidak berkordinasi dengan pengurus desa. Jika ini dibiarkan nanti para pengurus desa itu akan apatis dan malah akan keluar dari Partai Golkar.

Saya menulis ini karena inilah fakta yang saya lihat di lapangan. Selaku seorang kader meminta kepada pengurus DPP Partai Golkar untuk mengevaluasi program pemenangan partai. Semua semata demi kejayaan Partai Golkar. 

Desra Ediwan
Kader Golkar, Anggota DPRD Kabupaten Solok (1999-2005), Wakil Bupati Solok (2005-2015)

fokus berita : #Desra Ediwan


Kategori Berita Golkar Lainnya