28 Januari 2019

Berita Golkar - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat untuk Jokowi-Ma'ruf Amin, Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya membuat pagelaran seni budaya Sunda sebagai bagian dari strategi kampanye meraih simpati masyarakat, terutama dalam posisinya sebagai ketua TKD Jabar untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin serta caleg DPR RI dari Partai Golkar.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu mengatakan, kampanye dengan bagi-bagi sembako sudah tidak efisien lagi digunakan dalam kampanye. “Udah enggak musim lagi bagi-bagi sembako. Sekarang itu kampanye harus mencerdaskan masyarakat. Saya tidak pernah membuat media kesenian menjadi media kampanye. Cukup menyampaikan pendidikan yang mencerdaskan masyarakat,” kata Dedi, Sabtu (27/1/2019).

Baca juga: Bikin Gaduh, Dedi Mulyadi Minta Pendukung Jokowi Tak Pedulikan Isi Tabloid Indonesia Barokah

 Menurut Dedi, jika merasa terhibur sudah tentu nantinya masyarakat akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden RI yang didukung orang yang memberikan hiburan. “Masalah pilihan, mereka akan melihat figur atau ketokohan. Kalau dagangannya laku, enggak usah teriak-teriak,” katanya.

Bawa berkah bagi pedagang
Sementara itu, pagelaran seni wayang menjadi berkah bagi pedagang. Warsan (42), misalnya. Seorang pedagang bakso asal Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu rela menarik gerobak baksonya selama 5 jam menggunakan sepeda motor dari tempatnya biasa berjualan menuju Lapangan Desa Kertasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Baca juga: Kumpulkan 12,1 Miliar Rupiah, Golkar Partai Terbanyak Terima Sumbangan di Jawa Barat

Ia menempuh perjalanan jauh demi berjualan di lokasi pentas seni budaya wayang golek empat dalang yang digelar Dedi Mulyadi selaku Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat. Perjuangannya membawa hasil. Omzet penjualan baksonya naik dua kali lipat. “Ya, kalau di sini bisa dapat untun dua kali lipat. Kalau sehari biasanya Rp 500.000, di sini bisa Rp 1juta,” kata Warsan saat ditemui di Lapangan Desa Kertasari, Sabtu.

Dedi Mulyadi mengaku sangat bersyukur bisa memberikan keuntungan dua kali lipat kepada pedagang kecil seperti Warsan. Menurut dia, tiap kali menggelar pentas seni budaya sunda di desa-desa, acaranya selalu ramai dikunjungi pedagang.

Baca juga: Dedi Mulyadi Nilai Nurhadi-Aldo Redakan Ketegangan Politik di Media Sosial

“Memang kegiatan kebudayaan yang lama saya tekuni dan menjadi bagian hidup saya melahirkan pasar, yaitu adanya sekumpulan pedagang dengan keragaman jenis dagangan yang mengikuti kemana pun saya pergi. Ini salah satu hal yang unik dibanding yang lain. Kemanapun saya pergi pasti diikuti banyak pedagang iket, tukang bakso, tukang kacang, bahkan jumlahnya sampai ratusan. Ini memiliki implikasi ekonomi kreatif yang cukup kuat,” kata Dedi.

Bicara Ke depan, Dedi tengah memikirkan konsep menata para pedagang di setiap kegiatan pagelaran seni budaya yang dibuatnya agar terlihat lebih rapi. “Saya lagi mikirin untuk mereka di-branding, kemudian tempat jualannya ditata sehingga ketika saya datang pada kegiatan kesenian itu melahirkan pasar malam, lalu lahir dan tumbuh ekonomi kreatif,” jelasnya. [kompas]

fokus berita : #Dedi Mulyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya