06 Juni 2019

Berita Golkar - Keputusan DPD I Golkar Bali mencopot I Made Sukerana sebagai Ketua DPD II Golkar Karangasem tak membuat Sukerana berdiam diri. Sukerana ancang-ancang bersurat ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar. Dia akan menyampaikan perihal dirinya diganti sebelum masa jabatannya habis.

“Ada kewenangan saya mengajukan hak membela diri. Yaitu bersurat ke DPP. Itu akan saya lakukan setelah libur Lebaran,” ujar Sukerana dikutip dari Bali Express (Jawa Pos Group) Kamis (6/6).

Sukerana seharusnya memimpin Golkar Karangasem hingga 2021. Dicurigai ada yang tidak beres di internal partai, DPD I di bawah kendali Gede Sumarjaya Linggih (Demer) memutuskan Sukerana diganti oleh I Gusti Ngurah Setiawan dengan status Plt ketua. Mantan Wakil Bupati Karangasem itu menuturkan, sebelum dicopot dari jabatannya, dia sempat dipanggil oleh tim pencari fakta Golkar Bali. Di sana, ia dituding tidak setuju dengan Demer sebagai Plt ketua. Sehingga mengusulkan mempercepat musdalub.

“Katanya ada PK (pengurus kecamatan, Red) yang melapor saya tidak setuju. Tapi tidak disebutkan siapa PK itu. Ternyata setelah dipanggil, sorenya saya langsung diganti,” tutur Sukerana.

Politikus asal Kubu, Karangasem itu mengakui, ia bersama sejumlah ketua DPD II lainnya sempat bersurat ke DPP melalui DPD agar mempercepat musdalub. Alasannya supaya Golkar Bali dipimpin ketua definitive. Bukan berarti tidak setuju dengan Demer. Sebab dalam SK penunjukkan Demer sebagai Plt, tertuang agar melakukan musdalub. Namun tidak berisi kapan harus dilakukan.

“Karena tidak ada jadwal itu, saya bersama beberapa teman DPD II mengusulkan agar segera musdalub,” ungkapnya. Ternyata dari sekian rekannya di kabupaten lain yang ikut bersurat itu, semuanya dicopot. Kecuali Ketua DPD II Golkar Klungkung I Made Ariandi yang masih bertahan.

Selain dituding menolak Demer sebagai Plt, Sukerana disebut-sebut tidak mampu membuat solid Golkar Karangasem. “Itu kan subjektif. Kami sering konsolidasi. Fraksi baik,” sambungnya.

Atas kondisi tersebut Sukerana akan bersurat ke DPP. Dalam surat tersebut akan dituangkan alasan pencopotan dirinya yang dinilai tidak masuk akal. Seperti diketahui, selain Sukerana, ada lima ketua DPD tingkat kabupaten juga diganti. [jawapos]

fokus berita : #Made Sukerana


Kategori Berita Golkar Lainnya