Berita Golkar – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji menanggapi keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bergabung menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sarmuji menilai keputusan Jokowi tersebut merupakan bagian dari hak politik Jokowi. Menurutnya, keputusan Jokowi bergabung dengan PSI bukan sesuatu yang mengejutkan.
“Ya enggak apa-apa. Itu hak politik Pak Jokowi,” kata Sarmuji, saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (27/9/2026), dikutip dari TribunNews.
Sarmuji menilai pilihan politik Jokowi tersebut sudah cukup mudah diperkirakan mengingat hubungan keluarganya dengan PSI. Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, saat ini menjadi Ketua Umum PSI.
“Lagian anak beliau kan Ketua Partai PSI. Jadi itu sesuatu yang mudah diperkirakan,” ujarnya.
Jokowi Sudah Gabung PSI Sejak 2025
Jokowi secara resmi mengumumkan dirinya telah menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengumuman tersebut disampaikannya secara langsung di Kota Bandung, Jawa Barat, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah akun X @Uki23 pada Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa ia sebenarnya sudah bergabung dengan PSI sejak setahun lalu. Tepatnya, ia menyatakan telah terdaftar sebagai anggota resmi PSI sejak 14 Oktober 2025.
Namun, Jokowi pun akhirnya menyampaikan pernyataan secara terbuka untuk meyakinkan pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Bahwa saya, sesungguhnya ini untuk diketahui oleh seluruh jajaran pengurus PSI dari DPP, DPW, DPD, DPC, DPRT supaya tahu semuanya. Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI,” ucap Jokowi.
Menyadari banyaknya pihak yang mungkin masih meragukan status keanggotaannya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya ke publik.
“Itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang nggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini,” tegasnya. []



