Lemhannas Soroti Ketahanan Banten, Ace Hasan Syadzily Ungkap Sejumlah Gatra Menurun

Berita Golkar – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyoroti kondisi ketahanan nasional Provinsi Banten di tengah peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten.

Meski secara umum masuk kategori cukup tangguh dengan skor Indeks Ketahanan Nasional (IKN) 2,90, sejumlah gatra tercatat mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026).

Ace mengatakan, skor IKN Banten sebesar 2,90 menunjukkan fondasi ketahanan daerah relatif terjaga. Namun, dinamika pada sejumlah gatra tetap perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan.

“Capaian ini menunjukkan fondasi ketahanan Banten relatif terjaga. Namun, dinamikanya masih memerlukan penguatan,” ujar Ace. Berdasarkan pemaparan Lemhannas, IKN Banten disusun dari delapan gatra. Gatra politik mencatat skor tertinggi sebesar 3,40, disusul demografi 3,28, ekonomi 2,98, pertahanan dan keamanan 2,78, sosial budaya 2,77, geografi 2,68, ideologi 2,64, dan sumber kekayaan alam 2,62, dikutip dari pandeglangnews.

Ace menjelaskan, dalam perkembangan indikatornya, geografi, demografi, politik, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan mengalami sedikit penurunan. Sementara itu, skor ideologi dan ekonomi meningkat, sedangkan gatra sumber kekayaan alam berada dalam kondisi stabil.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup kondisi politik, ekonomi, sosial budaya, demografi, geografi, ideologi, hingga pengelolaan sumber kekayaan alam.

Lemhannas merekomendasikan agar pemerintah daerah melakukan penguatan antargatra secara berkelanjutan. Potensi demografi Banten, kata Ace, perlu dikonversi menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Sementara kekuatan ekonomi harus terus diperkuat melalui pemerataan pembangunan. Di sisi lain, kondisi geografis dan sumber daya alam Banten juga perlu dikelola secara berkelanjutan agar dapat mendukung ketahanan daerah dalam jangka panjang.

“Hasil pengukuran ini harus menjadi early warning system serta rujukan dalam penetapan prioritas pembangunan, penganggaran, regulasi, dan pengawasan di DPRD,” kata Ace.

Menurut Ace, posisi Banten memiliki arti strategis bagi Indonesia. Selain memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan, Banten berada di kawasan Selat Sunda yang menjadi salah satu jalur strategis pelayaran dan perdagangan. Banten juga menjadi wilayah penyangga ibu kota sekaligus salah satu pusat aglomerasi industri nasional.

“Jika Banten stabil dan maju, sebagian besar fondasi ketahanan ekonomi dan politik nasional kita akan semakin kokoh,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan HUT ke-26 Banten mengusung tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak.” Menurut Andra, tema tersebut menjadi dorongan bagi Pemprov Banten untuk merespons persoalan pembangunan secara adaptif dan cepat.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah program atau capaian indikator di atas kertas. Pembangunan, kata dia, harus dapat dirasakan langsung melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemudahan akses layanan dasar, serta pemerataan manfaat pembangunan di seluruh wilayah Banten.

“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dihadirkan bagi masyarakat Banten,” ujar Andra.

Peringatan HUT ke-26 Banten pun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai aspek ketahanan sekaligus memastikan arah pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. []