Berita Golkar – Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said memastikan Musda partai akan berlangsung pada April 2026. Menurut Muhidin, seluruh persiapan telah rampung dan sisa menunggu persetujuan dari Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
“Golkar menargetkan pelaksanaan Musda Sulsel setelah Musda dua provinsi lain selesai, kemungkinan pada 18 April 2026,” kata Muhidin, Rabu (8/4/2026).
“Pokoknya kita berusaha April ini karena tinggal waktu, tidak ada lagi masalah,” tambahnya, dikutip dari Tribunnews.
Wakil Ketua Banggar DPR RI itu menyatakan, jadwal Musda sudah disampaikan ke Bahlil Lahadalia. Oleh karena itu, pihaknya menunggu waktu tepat agar Bahlil, hadir membuka Musda Golkar Sulsel.
“Karena Ketum ini waktunya hanya bisa akhir bulan, akhir minggu, Sabtu atau Minggu,” kata Muhidin.
Menurut Muhidin, semua struktur kepanitiaan Musda telah dibentuk dan bekerja maksimal. Hal ini termasuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang bertugas menyiapkan seluruh kebutuhan teknis pelaksanaan Musda.
“Semua persiapan sudah rampung. Dari pembagian tugas, materi, tata tertib, sampai mekanisme penjaringan bakal calon, semuanya sudah diatur. Tinggal menunggu tanggal pasti dari DPP,” tegas Muhidin.
Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel akan digelar di Hotel Claro Makassar.
Ketua Panitia, Lukman B Kadi, memastikan seluruh perangkat kepanitiaan, baik Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC), telah terbentuk. Saat ini, panitia mulai menyiapkan seluruh kebutuhan teknis untuk pelaksanaan Musda.
“Musda Golkar Sulsel rencananya digelar di Hotel Claro Makassar, paling dua hingga tiga hari,” ujar Lukman.
Pelaksanaan Musda Golkar Sulsel sebelumnya dijadwalkan pada akhir Maret 2026 atas arahan Muhidin M Said, sambil menunggu instruksi DPP. Namun, agenda musda terpaksa diundur karena kesibukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM.
“Karena yang membuka Musda Golkar Sulsel nantinya adalah Pak Ketum,” tegas Lukman.
Panitia kini menunggu penetapan jadwal resmi agar seluruh persiapan bisa segera dijalankan. Meski persiapan teknis telah rampung, proses penjaringan calon ketua belum dimulai karena pendaftaran belum dibuka.
Lukman menambahkan, soal aklamasi atau tidaknya calon baru akan terlihat setelah jadwal resmi ditetapkan dan pendaftaran dibuka. “Begitu ada jadwal, semua rangkaian kegiatan siap dieksekusi. Nanti baru terlihat siapa saja yang mendaftar,” pungkasnya. []



