Usai Gedung Bapenda Terbakar, Alia Laksono Desak Pemprov DKI Audit Keselamatan Seluruh Gedung

Berita Golkar Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menyoroti terkait kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keselamatan kebakaran seluruh gedung yang dimiliki maupun digunakan Pemprov DKI.

Hal tersebut disampaikan Alia saat membacakan rekomendasi Komisi A dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Alia mengatakan, pemeriksaan perlu dilakukan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan bersama Biro Umum dan Pengelolaan Gedung.

Pemeriksaan tersebut diprioritaskan terhadap gedung tinggi, gedung vital, serta bangunan yang memiliki risiko kebakaran tinggi.

“Komisi A meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan bersama Biro Umum dan Pengelolaan Gedung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keselamatan kebakaran pada seluruh gedung milik atau yang digunakan Pemprov DKI dengan prioritas pada gedung tinggi, gedung vital, dan gedung berisiko tinggi,” kata Alia, dikutip dari Akurat.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi fisik bangunan, tetapi juga mencakup kelengkapan dokumen kelaikan bangunan dan keselamatan kebakaran.

Selain itu, sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif juga harus diperiksa, termasuk hidran, sprinkler, serta alarm kebakaran.

Komisi A juga meminta pemeriksaan mencakup jalur evakuasi, akses kendaraan pemadam kebakaran, sumber dan cadangan air, hingga kesiapan pengelola gedung dalam menghadapi keadaan darurat.

“Hasil pemeriksaan agar dituangkan dalam daftar status kepatuhan setiap gedung disertai rekomendasi, skala prioritas, dan target penyelesaian perbaikannya,” ujar Alia.

Diketahui, kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam.

Berdasarkan data dari Command Center Damkar, informasi kebakaran pertama kali diterima pada pukul 21.30 WIB melalui saluran Jakarta Siaga 112.

Sebanyak 20 unit armada pemadam kebakaran dan 100 personel masih dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. []