Judistira Hermawan Ungkap Jakarta Berpotensi Kekurangan 3.000 Petak Makam dalam 4 Bulan

Berita GolkarKetua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengungkap kebutuhan petak makam di ibu kota yang berpotensi mengalami kekurangan dalam beberapa bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Judistira dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta terkait pembahasan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026, Kamis (20/8/2026).

Judistira mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya memiliki sekitar 9.000 petak makam yang tersedia untuk warga.

Sementara itu, berdasarkan rata-rata angka kematian, kebutuhan petak makam di Jakarta mencapai sekitar 100 petak setiap hari.

“Per hari rata-rata warga kita, masyarakat kita meninggal dunia itu 100 orang setiap hari. Maka kalau kita hitung empat bulan ke depan, itu berarti 12.000 petak yang dibutuhkan,” kata Judistira dalam rapat Banggar, Jumat (21/8/2026), dikutip dari Akurat.

Dengan kondisi tersebut, terdapat potensi kekurangan sekitar 3.000 petak makam jika kebutuhan selama empat bulan dibandingkan dengan ketersediaan petak yang ada saat ini.

Menurut Judistira, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran karena kebutuhan lahan makam merupakan salah satu kebutuhan pembangunan yang mendesak.

Anggota Komisi D itu menyebut, DKI Jakarta sebenarnya memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pemakaman. Namun, lahan tersebut masih membutuhkan proses pematangan sebelum dapat digunakan.

“Kita punya lahan tapi kebutuhannya untuk pematangan lahan dan sebagainya,” ujarnya.

Judistira pun meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian terhadap persoalan ketersediaan petak makam tersebut.

“Ini perlu perhatian bagi kita semua, karena tadi saya sampaikan angka-angkanya adalah memang kita hanya mendapatkan sekitar 9.000 petak tapi kita butuh 12.000 petak itu untuk empat bulan ke depan,” katanya. []