Andri Santosa Tantang Bank Jakarta: IPO 2027 Jangan Kalah Trending dari RANS

Berita GolkarSekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa meminta Bank Jakarta menyiapkan strategi matang untuk menghadapi rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2027.

Andri bahkan berharap IPO Bank Jakarta nantinya tidak kalah menarik perhatian publik dibandingkan rencana IPO RANS Entertainment yang disebutnya mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Andri dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta saat membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan 2026 bersama jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Rencana IPO nanti juga bisa kisi-kisinya disampaikan ke kita. Jangan sampai Bank Jakarta nanti kalah IPO-nya, kalah trending sama RANS,” kata Andri, dikutip dari Akurat.

Menurut Andri, Bank Jakarta seharusnya memiliki modal yang lebih kuat untuk menarik perhatian investor karena merupakan bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan memiliki tingkat kematangan bisnis yang dinilainya lebih baik.

“RANS itu sampai antreannya sampai satu juta katanya. Bank Jakarta harusnya lebih kredibel, secara kematangan juga lebih matang,” ujarnya.

Karena itu, Andri meminta manajemen Bank Jakarta mempersiapkan strategi komunikasi dan pemasaran yang mampu membuat rencana IPO tersebut menarik perhatian masyarakat dan investor.

Ia menilai momentum IPO harus dimanfaatkan Bank Jakarta untuk memperkuat citra perusahaan sekaligus menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu BUMD strategis milik Jakarta. “Jangan sampai IPO-nya nanti kalah trending sama RANS Entertainment,” tegas Andri.

Selain persoalan IPO, dalam rapat tersebut Andri juga menyoroti kesiapan sistem digital Bank Jakarta. Ia mengaku masih menemukan gangguan pada layanan transfer antarbank meski persoalan tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Menurutnya, pembenahan sistem digital harus menjadi prioritas agar berbagai inovasi Bank Jakarta, termasuk layanan berbasis Visa dan EDC, dapat berjalan beriringan dengan rencana pengembangan perusahaan.

“Lebih baik sistem atau tampilan digitalnya itu mungkin yang lebih dikejar, diprioritaskan supaya dibarengin dengan launching-launching terobosan baru yang lain,” katanya.

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyampaikan optimisme bahwa Bank Jakarta dapat melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) saham tahun depan. Keyakinan tersebut ditopang penguatan budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan. []