DPP, Slipi  

Partai Golkar-PKS Bahas RUU Pemilu, Bahlil Lahadalia Ingin DPR Diisi Anggota Berkualitas

Berita Golkar – Jajaran pengurus Partai Golkar menerima kunjungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam sebuah pertemuan silaturahmi politik di kantor Golkar, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).

Pertemuan itu disebut dilakukan untuk menegaskan komitmen kedua partai dalam mempererat komunikasi, memperkuat koalisi, serta memastikan keberhasilan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan, PKS memiliki peran penting bagi koalisi Prabowo-Gibran.

“PKS memiliki positioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” ujar Bahlil, dalam siaran pers, Selasa (15/9/2026), dikutip dari Kompas.

Presiden PKS Almuzammil Yusuf menyatakan, kehadiran PKS di dalam koalisi pemerintahan merupakan langkah strategis yang didasari kesamaan visi.

“Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab, karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat. Jadi, bagi kami, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab seluruh partai pendukung koalisi,” kata dia.

Almuzammil pun menyambut baik hangatnya komunikasi antar kedua partai. Dia turut mengutarakan rasa optimismenya berada di dalam barisan pemerintahan saat ini.

“Kami datang dalam perpolitikan Indonesia dengan harapan bisa meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar,” ujar Almuzammil.

Turut bahas RUU Pemilu Bahlil membeberkan kedua pihak turut mendiskusikan poin-poin krusial terkait rencana pembahasannya RUU Pemilu demi mewujudkan iklim demokrasi yang lebih sehat. Bahlil menyampaikan, Golkar dan PKS ingin anggota DPR yang terpilih di Senayan berkualitas.

“Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menegaskan kembali komitmen penuh Golkar untuk menyokong keberlanjutan program-program strategis nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.

“Pertemuan semacam ini penting agar kita bisa berkolaborasi untuk saling menghadirkan manfaat. Apalagi kita sebagai partai koalisi yang menginginkan kesuksesan pemerintahan,” kata dia.

Tak hanya menyelaraskan pandangan politik, Bahlil menyodorkan ruang kerja sama konkret di berbagai sektor prioritas. Golkar, kata Bahlil, mengajak PKS berkolaborasi aktif menyuarakan pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina di kancah internasional, sekaligus memacu penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

Di saat yang sama, kedua partai bersepakat memperkokoh kebijakan sektor energi nasional demi mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindaklanjut pertemuan tersebut, telah ditunjuk Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji dan Sekjen PKS Muhammad Kholid untuk mendetailkan format kerja sama ke depan.

Bahlil menyampaikan, Golkar dan PKS sepakat untuk terus bahu-membahu menyelaraskan langkah politik di parlemen, maupun di tengah masyarakat demi menjaga stabilitas politik serta kesejahteraan rakyat. []