Berita Golkar – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat untuk melapor apabila konten tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terkena “take down” dari platform digital.
“Jika ada yang merasa ada gangguan layanan pada unggahan terkait karhutla di platform baik itu Meta, TikTok, atau platform lainnya, ajukan aduan atau banding kepada platform terkait, lalu laporkan juga kepada kami,” ujar Meutya, Rabu (21/10/2026), dikutip dari kompas.
Meutya mengatakan, Komdigi justru terus mendorong adanya akuntabilitas dan transparansi algoritma dari para platform, alih-alih membatasi informasi karhutla.
“Karena apa yang kita lihat dan kita konsumsi di media sosial, seharusnya merupakan hak pengguna sebagai konsumen untuk memilih, bukan diatur sepihak oleh perusahaan teknologi semata,” imbuhnya.
Menurut Meutya, informasi terkait karhutla sangat penting dan dibutuhkan pemerintah untuk membantu dalam memutuskan berbagai penanganan.
“Pemerintah terbuka atas masukan informasi yang faktual, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait karhutla,” imbuhnya.
Meutya meminta dorongan kepada platform digital untuk lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka.
“Suara kita penting, informasi adalah hak kita, dan platform harus bertanggung jawab atas cara informasi menjangkau masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial terkait pernyataan Bupati Siak, Riau, Afni Zulkifli, soal konten tanam pohon di lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di take down atau dihapus oleh TikTok.
Afni Zulkifli menanam kembali pohon di lokasi bekas karhutla bersama forkopimda Siak, di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang berstatus BUMD Siak, Kamis (8/10/2026).
Salah satu pohon yang ditanam diberi nama Jenderal Herry, sebagai bentuk penghargaan kepada mantan Kapolda Riau. Kegiatan itu kemudian diposting Afni di akun TikTok-nya bercentang biru Afni.Z.
Namun siapa sangka, video itu tiba-tiba dihapus TikTok setelah mencapai 5 juta views. Penghapusan video itu menjadi sorotan netizen. Banyak yang mengecam tindakan tersebut. Setelah mengkritisi videonya yang di-take down, Afni menyebut konten yang dihapus itu telah muncul kembali.
“Alhamdulillah. Video saya yang di-take down per sore tadi sudah balik lagi setelah admin menyatakan banding,” kata Afni kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/10/2026).
Kembalinya video yang dihapus itu tak terlepas dari banyaknya dukungan netizen kepada Afni.
“Terima kasih buat dukungan netizen semua agar video tersebut bisa ditonton kembali,” ucap Afni. []



